Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

  • Share
IMG-20171116-WA0049
Fivi.

 

JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM- Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, (Kontraktor Jakarta Garden City) (JGC) dengan nomor perkara 150/PDT, kepada JGC, pada sidang sebelumnya, Hakim Ketua, Nelson, memutuskan, Kamis (16/11/17) sidang dengan agenda “PUTUSAN SELA” dilanjutkan.

Menurut Hakim Ketua PN Jakarta Timur, Nelson Sidang ditunda sampai Pekan depan, karena, ada hakim anggota yang tidak dapat mengikuti persidangan disebabkan sedang mengikuti Diklat.

Saat hendak dimintai konfirmasi kepada Kahumas PN Jakarta Timur yang berada di lantai 2 terkait perkara ini, namun yang bersangkutan tidak berada dalam ruangan.

Menurut salah seorang investor, Fivi mengungkapkan bahwa pihak JGC sedang menyiapkan jurus untuk memenangkan JGC atas gugatan Erwin, JGC terus berupaya mendesak PN Jakaarta Timur untuk melimpahkan perkara gugatan Erwin ke Badan Arbitrase Nasional (BANI).

“Karena secara hitung – hitungan menurut mereka, Jika kasus ini dilimpahkan ke BANI, JGC akan menang, mengapa? karena JGC banyak uang,” ungkap Fivi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Sebab bagi Fivi, banyak kalangan berharap dengan menyelesaikan perkara di BANI akan mendapatkan jalan keluar terbaik. Namun menurut pengalamannya, penyelesaian perkara di BANI tidak selalu ada win-win solution. Terkadang ada selentingan memang ada jalan keluar bagi perusahaan yang bersengketa dan dapat dicapai suatu putusan yang memberikan kepastian hukum ketika timbul dispute karena perbedaan penafsiran.

“Berbeda dengan penyelesaian melalui peradilan umum, dimana saya bertujuan melakukan pengakhiran atau pembatalan kontrak secara profesional dan tidak dilakukan secara sepihak oleh JGC, saya harus menuntut ganti rugi yang saya dan Erwin alami,” tegas Fivi.

Sangat disayangkan, saat dikonfirmasi terkait adanya indikasi pelimpahan perkara dari PN Jakarta Timur ke BANI melalui pesan singkat kepada panitera Arkam, ia tidak mau memberikan komentar apapun, bahkan Arkam sengaja memblokir nomor kontak rekan media tersebut.

Erwin dan Fivi selaku Investor di perusahaan Erwin sangat kecewa atas penundaan sidang yang sejatinya dilaksanakan pada hari ini Kamis (16/1/17) oleh PN Jakarta Timur.

“selaku investor saya sangat kecewa berat dengan ditundanya sidang hari ini.Jangan-jangan ada sesuatu dibalik ditundanya sidang ini, saya berharap Ketua PN Jakarta Timur profesional memantau sidang gugatan Erwin kepada JGC ini, sebab saya mencium bau tak sedap dari pihak JGC,” tandas Fivi.

“Sejak awal, saya sudah curiga dengan JGC, mereka selalu telat bayar kepada Erwin atas pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan sesuai progres dan perjanjian, dalam perjanjian antara JGC dengan Erwin, pembayaran dilakukan setelah 30 hari kerja, namun kenyataannya, JGC membayar Erwin setelah 45 hari kerja, inikan tidak profesional,” tambah Fivi dengan nada kesal.

Erwin menambahkan jika proses pembayaran yang tak tepat waktu maka akan menghambat jalannya pembangunan.

“Jika telat bagaimana kita bisa membayar material, kuli, tukang dan karyawan, kami dituntut dari semua mitra kerja karena keterlambatan pembayaran dari JGC, ini kan kesalahan fatal, tapi anehnya JGC tidak merasa bersalah dan terbukti saya diputus kontrak kerjanya, ini sadis, lebih sadis dari seorang pembunuh,” tegasnya Erwin. (Rukmana)

 1,629 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *