Puluhan Gold Driver Datangi Polda Metro Untuk Bela Rekannya Yang Ditahan

  • Share

IMG20171006135043

 

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Puluhan Gold Driver menyambangi Polda Metro Jaya untuk membela rekannya yang ditangkap oleh pihak Jatanras karena dituduh menggelapkan sebuah unit mobil.

 

 

Penangkapan itu berawal dari laporan yang dibuat oleh salah satu perusahaan Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) beberapa waktu lalu.

 

 

Kuasa hukum Gold Driver, Jimmy Pasaribu menjelaskan, ‎kasus itu berawal saat kliennya ditawarkan untuk bekerjasama dengan TPI dengan iming-imingan melalui lisan mobil yang diberikan kepada Gold Driver akan menjadi hak milik selama lima tahun.

 

 

Pasalnya, mereka membayar secara kredit yang akan dipotong otomatis melalui aplikasi Grab Car.

 

 

“Jadi TPI memfasilitasi kami untuk bergabung menjadi Mitra Grab untuk membayar cicilan mobil sebulan bisa mencapai 5 sampai 6 juta,” kata dia saat ditemui‎ di Mapola Metro Jaya Jumat (7/10).

Sebelum para Driver ini memiliki mobil, pihak TPI lebih dahulu meminta uang Deposit sebagai DP mobil yang akan diberikan sebesar 5 juta. Namun harga itu tergantung dari mobil yang diinginkan Driver Gold saat ingin bergabung.

 

 

Di dalam kontrak perjanjian itu, tidak ada tertulis kalau setelah lima tahun mobil itu menjadi hak milik driver. Tapi dalam kontrak yang dibuat, mobil yang diberikan TPI hanya sebagai rental mobil dan tidak bisa menjadi hak milik para driver.

 

 

“‎klien kami meras di rugikan, mereka kemudian putus hubungan secara sepihak. Kemudian, klien kami berusaha minta uang yang sudah masuk dikembalikan dan Gold Driver bakal mengembalikan mobil,” terangnya.

 

 

‎Pihak TPI ngotot tidak ingin mengembalikan deposit yang sudah masuk dan menuduhkan para driver ini dengan sangkaan 372 penggelapan unit mobil.Sehingga ia memilih menempuh jalir hukum.

 

 

“Harusnya polisi mengedepankan asas praduga tak bersalah. Bisa juga pemanggilan 1, 2 dan 3 karena klien kami ini bakal koperatif. Ini ada keanehan juga di kubu penyidik kami duga ada main mata dengan TPI masa kasus perdata bisa ke ranah Pidana belum dilakukan pemeriksaan,” ungkap dia.

 

 

Oleh sebab itu, pihaknya sangat berharap agar Polisi bisa memfasilitasi untuk melakukan medias antara Gold Driver dengan pihak TPI yang sejatinya sudah membuat kebohongan besar kepada kliennya.

 

 

“Dia sempat jadi korban orang Ambon, sekarang dia di tangkap paksa diseret ke Mapolda dan dijadikan tersangka. Aneh ini penyidik,” tutupnya. ‎

 845 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *