200 Personil Gabungan Tertibkan Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Bakau

  • Share

IMG-20170812-WA0027

BANGKA BARAT, AMUNISINEWS.COM — Sebanyak 200 personil Tim gabungan Polres Babar, Sat Pol PP, Tagana, BNPB, Polsek Simpang Teritip dan Dinas Kehutanan Provinsi Babel melakukan operasi penertiban Tambang Apung  Tower dan Tambang Mini yang beroperasi di DAS dan Bakau Desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (10/8/2017)

Tim penertiban itu dipimpin oleh Wakapolres Babar Kompol Siswo Dwi Nugroho S.IK, di dampingi Kabag Ops Kompol Sahbaini, Kapolsek Simpang Teritip Ipda Kukuh, Kasat Sabhara Iptu Edward dan ratusan personil lainnya. Setiba dilokasi, tim langsung mendatangi TKP, namun sayang sekali Tim gabungan tidak menemukan Tambang Apung Tower yang dimaksud dikarenakan penambang sudah menghentikan aktifitasnya sejak seminggu yang lalu. Besar kemungkinan informasi penertiban sudah bocor.

Di lokasi, tim gabungan hanya menemukan belasan Sakan dan Ponton TI tower yang di tinggal pemilik dan pekerja tambang. Selain itu, tim hanya menemukan puluhan camp kosong.

” Hari ini kurang lebih ada ratusan personil gabungan yang diterjunkan untuk melakukan penertiban TI di DAS dan bakau hutan rambat. Razia ini tindak lanjut dari keluhan, laporan, dan hasil rapat dan komitmen Kapolres dan pak Bupati Kemarin. Namun sayangnya razia lebih dulu bocor, karena pas kami tiba di lokasi tidak ada satupun aktifitas penambangan. Kami hanya menemukan belasan sakan dan ponton yang di tinggal pemilik,” ujar Siswo mewakili Kapolres AKBP Hendro Kusmayadi S.IK, Kamis (10/8/2017)

Tim gabungan juga menyisir aliran DAS dan Bakau desa Rambat menggunakan speet boat Dinsos Babar. Penyisiran sempat mengalami kendala. Pasalnya arus aliran DAS tengah surut. Namun kondisi itu tak membuat tim gabungan patah arah.

Mereka tetap kekeh menyisir TI Tower yang beroperasi di DAS dan bakau desa Rambat. Namun sepanjang penyisiran, lagi-lagi tim gabungan tidak menemukan adanya aktifitas penambangan.

” Dalam razia kali ini, kami juga menyisir aliran DAS dan bakau desa rambat. Tapi hampir satu jam melakukan penyisiran tidak di temukan aktiftas penambangan, karena razia di duga telah bocor,” kata Siswo.

Siswo menegaskan akan kembali melakukan penertiban jika penambang masih saja membandel.  Sebab menurut Siswo, pihak nya telah berulang kali melakukan imbauan dan penertiban terkait larangan aktifitas penambangan di Desa Rambat.

” Tidak masalah kalau mereka mau beroperasi dan membangun camp kembali. Tinggal di tertibkan dan di robohkan kembali. Karena ini bukan kali pertama kami razia, dan nyatanya penambang masih saja tetap membandel,” tegasnya.

Sementara Kompol Sahbaini, mengatakan karena tak menemukan adanya aktifitas penambangan, tim gabungan memotong tiang TI Tower menggunakan sinso. Selain memotong tiang TI tower, tim gabungan juga memotong sejumlah sakan yang ditemukan di lokasi razia.

Menurutnya tindakan tegas ini sebagai bentuk keseriusan pihaknya dalam memberantas aktifitas penambangan di DAS dan bakau desa Rambat, Kecamatan Simpant Teritip.

” Tindakan ini kami ambil sebagai bentuk keseriusan dan ketegasan tim gabungan. Sebab ini bukan kali pertama razia dan imbauan yang kami lakukan bagi para penambang di Desa Rambat,” tegas Sahbaini.

Tak hanya membongkar sakan dan tiang TI tower saja, namun Tim gabungan juga membongkar puluhan camp pekerja tambang. Puluhan camp yang berada di hutan dan bawah pepohonan hutan Desa Rambat di roboh di bongkar dengan cara di sinso. Ini dilakukan guna menekan kembali beroperasinya aktifitas TI Tower di Desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip.

Puluhan camp-camp ini biasanya di gunakan para pedagang, tempat tinggal dan berteduh  penambang yang beroperasi di DAS dan bakau desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip.

” Selain membongkar tiang TI tower dan sakan, kami juga membongkar puluhan camp yang biasa di gunakan pedagang berjualan, tidur dan istirahat usai bekerja,” jelasnya..(man)



 

 598 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *