Akses Jalan di Kabupaten OKI Rusak Parah, Bupati Terkesan Cuek

  • Share

 

IMG-20170606-WA0037
Mobil masyarakat terbalik saat melintasi jalan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akibat kondisi jalan yang rusak parah. (Ist)

JAKARTA, DETEKSIONLIE.COM –  Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Cengal dan Kecamatan Kayu Agung yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan hingga saat masih rusak parah.

 

Kurangnya perhatian pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur membuat kondisi jalan tersebut memprihatinkan, di bawah kepemimpinan Bupati OKI Iskandar yang masih satu keluarga dengan Hatta Radjasa itu sangat minim dan nyaris tak tersentuh proses perbaikan jalan. Hal ini menjadi bukti bahwa, Kepala Daerah tak memiliki perhatian sama sekali terhadap warganya yang ingin mendapatkan akses jalan yang layak.

 

Salah satu tokoh masyarakat kelahiran Tulung Selapan Azhari bin Efendi menyebutkan bahwa kondisi akses jalan di wilayahnya sudah rusak parah selama setahun terakhir.

 

“Sudah setahun terakhir keadaan jalan ini tidak ada perbaikan dari pemerintah,” Ujar Azhari bin Efendi kepada wartawan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, selasa (6/6/2017).

Exif_JPEG_420
Tokoh masyarakat OKI Azhari bin Efendi saat menunjukan foto akses jalan Kab. OKI yang rusak parah karena tak adanya perhatian dari Pemerintah Daerah pimpinan Bupati Iskandar. (Ist)

Oleh karena itu Azhari berharap kepada pemerintah pusat yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah pelosok seluruh Indonesia, untuk turut memperhatikan akses jalan di kabupaten OKI dengan luas wilayah 19 ribu kilometer dan berpenduduk 600 ribu jiwa itu.

 

“Harapan saya agar pak Jokowi atau pak Basuki (Menteri PU dan Pera) bisa meninjau lokasi daerah kami agar pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayah kami,” tandas Azhari.

 

Menurutnya ada banyak kendala yang ditimbulkan jika tidak adanya akses jalan di daerah OKI, masyarakat yang rata rata bekerja sebagai petani karet sangat kesulitan saat melintasi akses tersebut. Kondisi​ jalan yang berlumpur dan juga berlubang membuat aktivitas para petani terhambat

 

“Kalau bawa hasil karet susahnya minta ampun, sangat menguras waktu, uang dan tenaga  untuk melewati jalan itu. Jika dibiarkan maka perekonomian bias lumpuh,” tutupnya. (Dimas)

 

 1,694 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *