Puluhan Anggota Genk Motor Terjaring Operasi Cipta Kondisi PMJ

  • Share
IMG-20170602-WA0044
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan sedang menggelar rilis hasil operasi Cipta Kondisi selama dua pekan. (Ist)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Dalam dua pekan jajaran Reserse Kriminal Polda Metro Jaya menggelar Operasi Cipta Kondisi menjelang bulan Ramadhan. Dalam operasi tersebut Kepolisian berhasil mengungkap 19 Kasus dan mengamankan pelaku kejahatan sebanyak 69 orang.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan dalam rilisnya di halaman depan Mainhall, mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah mengamankan 28 pelaku genk motor yang belakangan terakhir telah meresahkan dan merugikan masyarakat.

“Dari Operasi Cipta Kondisi ini, kami tangkap 28 orang yang terlibat dalam kegiatan genk motor. Saya sebut mereka adalah berandalan bermotor, kami tidak menyalahkan mereka yang menyukai motor namun yang menyelewengkan itulah yang bisa menimbulkan tindak kejahatan,” ujar Irjen Pol M Iriawan dalam rilisnya di Mapolda Metro Jaya, jum’at (2/5/2017).

Iriawan juga menjelaskan ada beberapa kasus menonjol yaitu tawuran antar warga dan siswa ada 17 kasus, sedang untuk kasus pencurian disertai kekerasan ada 2 Kasus.

Dari beberapa kasus yang berhasil diungkap ada pula barang bukti senjata tajam, pipa, bambu, hp, sepeda motor, dan panah.

“Anda bisa saksikan sendiri disini ada banyak barang bukti yang kami amankan,” ucap Iriawan.

Selanjutnya, Iriawan juga telah memerintahkan para Kapolres untuk mendata dan membina kumpulan-kumpulan motor yang tergabung dalam grup di wilayah hukumnya (Polres).

IMG-20170602-WA0048
Pelaku genk motor yang berhasil diringkus oleh pihak Kepolisian. (Ist)

“Saya sudah perintah seluruh Kapolres untuk data dan bina semua grup motor. Komunitas motor diperbolehkan, namun tidak boleh dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif,” terangnya.

Dengan dilakukannya pendataan tersebut maka dapat memudahkan pihak Kepolisian untuk mengungkap segala bentuk kejahatan yang mengatasnamakan genk motor.

“Banyak sekali manfaat pendataan grup motor ini, nantinya memudahkan tugas kita,” Jelasnya.

Iriawan menambahkan, Operasi atau razia Kepolisian akan tetap digelar supaya merasa aman dan tentram dalam beraktifitas. Dan untuk kegiatan Sahur On The Road (SOTR) tidak diperbolehkan lagi dilakukan.

“Operasi ini akan terus kita lakukan, supaya masyarakat merasa aman dan tentram. Dengan alasan apapun kegiatan SOTR tidak boleh lagi dilakukan,” jelasnya. (Yori/Lis)

 

 

 786 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *