Prihatin! Mercusuar Zaman Belanda di Pelabuhan Muara Baru Belum Dijadikan Cagar Budaya

  • Share
IMG-20170601-WA0007
Mercusuar bersejarah di pelabuhan Muara Baru yang membutuhkan pemugaran dari pemerintah terkait. (foto : Dimas)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Arkeolog senior tim ahli cagar budaya dan tim sidang pemugaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Chandriyan Attahiyat, membenarkan, sebuah mercusuar penuh coretan dan berkarat yang berlokasi di Kawasan Pelabuhan Muara Baru, Jalan Cumi Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan mercusuar zaman Belanda. Diakui Chandriyan, menara itu dibangun tahun 1860.

 

“Menara itu dulunya digunakan untuk sebagai pemandu semua kapal-kapal yang mengarah ke Pelabuhan Batavia (Sunda Kelapa). Menara itu ya memang bangunan Zaman Belanda dan didirikan pada 1860 dan berdiri tegak di tahun 1862,” ungkap Chandriyan saat di konfirmasi, Kamis (1/6/2017).

 

Chandriyan menerangkan, apabila menara mercusuar itu merupakan menara pertama di Muara Baru yang menggunakan lempengan besi cor. Pada menara tersebut, dibenarkan Chandriyan, bila posisi menara tak lagi di pinggir laut.

 

“Dulunya di ujung daratan posisi menara itu di Pelabuhan Muara Baru Nizam Zachman. Sekarang zamannya pencegahan banjir di Pelabuhan Muara Baru. Maka dari itu tanah di kawasan itu ditinggikan satu meter lebih. Lalu, menara ini merupakan menara yang pertama, yang menggunakan bahan besi cor. Tetapi, kondisinya memang tak sekuat dulu,” katanya.

IMG-20170601-WA0006
Terlihat, cat yang sudah mengelupas dan butuh perbaikan. (Foto : Dimas)

Chandriyan menuturkan, mercusuar yang beridiri di Kawasan Pelabuhan Nizam Zachman Muara Baru tersebut, hingga saat ini belum dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

 

“Mercusuar ini memang belum mendapatkan perhartian dari Pemprov DKI Jakarta. Karena, menara ini adalah wewenangnya Kementrian Perhubungan laut. Semua menara itu dibawah pengelolaan mereka. Mercusuar tersebut juga belum ditetapkan ya, sebagai bangunan cagar budaya,” paparnya

 

Chandriyan menjelaskan, pihaknya dalam hal ini akan lakukan koordinasi berbagai pihak, soal penetapannya mercusuar di Pelabuhan Muara Baru menjadi bangunan bersejarah atau cagar budaya.

 

“Tahap pertama dilakukan oleh kami sebagai tim Cagar Budaya, ialah menetapkan menara itu sebagai bangunan cagar budaya. Menara tersebut belum sebagai cagar budaya saat ini. Sehingga bila dijadikan cagar budaya, kan ada aturan-aturan pelestarian yang harus ditaati oleh pihak pengelola. Apabila resmi, kami pun akan bersurat ke Kementrian Perhubungan Laut atau Direktoratnya. Setidaknya, agar bisa berpartisipasi untuk mengelola menaranya itu,” paparnya. (Dimas)

 

 601 total views,  4 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *