Suhu Politik Masih Terus Memanas, PGI Bereaksi Surati Presiden

  • Share
news_46_1426056940
Lambang PGI. (Ist)
JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM- Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melalui Kahumasnya Jeirry Sumampouw sangat menyayangkan kondisi sosial-politik Ibu Kota yang masih saja memanas meskipun pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta berlalu. Jeirry mengatakan penyebaran isu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), yang diduga diboncengi kepentingan kelompok radikal dan intoleran saat ini terasa makin kuat dan masif.
Menyikapi suhu politik yang masih panas tersebut, maka Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) berinisiatif mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.dengan nomor 258/PGl-XVl/2017 tertanggal 2 Mei 2017 itu ditandatangani oleh petinggi PGI seperti Pdt.Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang selaku Ketua Umum PGI dan Pdt. Gomar Gultom, M.Th. selaku Sekretaris Umum PGI.
“Saya katakan bahwa fenomena ini telah menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya bagi masyarakat ‘minoritas’. Oleh karena itu, timbullah suara keprihatinan yang disampaikan secara terbuka oleh berbagai kelompok masyarakat di negeri ini,” ujar Jeirry dalam rilis tertulisnya kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (3/5/2017).
Lebih terperinci PGI melihat ada kecenderungan sekelompok masyarakat yang justru berniat meminggirkan Pancasila dari kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, dan menggesernya dengan sebuah dasar agama. Pemahaman tersebut dinilai akan membawa persoalan baru yang menuju kepada perpecahan.
“Umumnya untuk nilai-nilai agama tersebut telah melalui proses objektifikasi, sehingga dapat diterima semua kalangan dan tidak mendiskriminasikan orang dari latar belakang keyakinan dan kelompok mana pun,” ucap Jeirry.
Pada poin berikutnya PGI juga prihatin atas makin maraknya aksi intoleran, kekerasan, dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat tertentu.
“Yang menyedihkan adalah ada beberapa kasus justru terkesan dibiarkan oleh aparat negara. Nah sekarang ini perkembangan sikap intoleransi diduga sudah merambah dan tumbuh dengan subur di dunia pendidikan,” ungkapnya.
Jerry mewakili PGI sekali lagi ingin menghimbau kepada pemerintah untuk segera bertindak kelompok sektarian yang secara terbuka telah mendeklarasikan diri untuk satu tujuan yaitu berkomitmen menerapkan ideologi di luar Pancasila.
“Provokasi semacam ini jika dibiarkan maka akan melemahkan sendi-sendi kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara,” tutup Jeirry. (Yori)

 500 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *