Di gugat anak 10 miliar, jhones di vonis bebas majelis hakim vffg

  • Share
Jakarta, deteksionline.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara memutuskan membebaskan terdakwa Johanes dari dakwaan penggelapan atau segala tuntutan hukum pidana. Ketua Majelis Hakim Tugiono mengatakan, bahwa putusan terdakwa Johanes  didasarkan segala pertimbangan dan atas keterangan saksi-saksi fakta di dalam persidangan.
“Mengadili, pertama mengatakan perbuatan yang didakwakan terdakwa Johanes bukan lah perkara pidana. Kedua melepaskan terdakwa Johanes dari tuntutan hukum dan memulihkan namanya,” kata Ketua Hakim Tugiono sambil mengetuk palu di Ruang sidang , Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017) sore.
Keputusan majelis hakim itu didasarkan atas putusan perkara yang dimenangkan Johanes pada tanggal 9 Maret 2019 lalu.
“Menimbang putusan perdata nomor 416 tahun 2015 tanggal 9 yang amar putusannya jatuh dan dimenangkan terdakwa Johanes,” imbuh Ketua Hakim Tugiono.
Putusan itupun langsung disambut tangis haru terdakwa Johanes. Sujud syukur pun dilakukan Johanes sambil terus mengucap rasa syukur.
“Terima Kasih majelis hakim sudah memberi keadilan kepada saya,” ujar Johanes sambil mengangkat tangan.
Putusan persidangan itu juga membuat beberapa pengunjung sidang menitikan air mata. Usai sidang pengunjung pun langsung memberikan selamat dan memeluk Johanes.
Sebelumnya, jelang sidang putusan, Johanes justru berharap bisa bertemu sang anak, menantu dan cucunya. Dia mengaku telah memendam rasa kangen yang luar biasa. Dirinya berharap bisa bertemu di persidangan. Dia menuturkan, sampai saat ini dirinya masih membuka pintu maaf untuk Robert dan Jessica.
“Sudah lama saya tidak ketemu mereka. Saya sebagai orang tua ya terbuka kalau mereka mau datang atau bertemu untuk meminta maaf. Ya hidup saya berapa lama lagi. Yang mereka gugat toh nanti akan jadi milik mereka,” beber Johanes.
Jaksa Penuntut Umum PN Jakarta Utara sebelumnya menuntut Johanes 3 tahun penjara karena diduga melanggar pasal 372 tentang penggelapan. Dalam pertimbangannya Jaksa tidak melihat hubungan anak dan ayah dalam kasus tersebut. Namun yang meringankan, terdakwa Johanes dinilai tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan selalu hadir dalam sidang.
Sebelumnya, Robert dan Jessica juga menggugat perdata Johanes. Tidak tanggung-tanggung, sang ayah digugat anaknya sebesar 10 miliar rupiah atas kepemilikan asetnya.
Tapi Johanes bisa bernapas lega setelah hakim pengadilan memenangkan dirinya pada 9 Maret 2017. Putusan pengadilan menyebutkan Johanes masih berhak atas kepemilikan sejumlah aset, meski diatasnamakan anak dan menantunya.
“Aset itu memang akan jadi milik dia, anak dan mantu saya, tapi sabar dulu saya masih hidup. Seperti ingin saya cepat mati saja. Itu semua memang atas nama dia kok, meski belinya pakai ulang saya. Hakim masih punya nurani jadi saya menang diputus kemarin,” ungkap Johanes.
Johanes sebelumnya mengaku nyaris bunuh diri lantaran perseteruan dengan anak dan menantunya. Yang dia sesalkan, sang menantu merupakan anak angkatnya yang dibawa dari Medan, Sumatera Utara.
“Robert anak saya, nah mantu ini anak angkat saya, makanya saya jodohin saya nikahin mereka. Kok setelah menikah mereka malah mau memenjarakan saya. Padahal itu nanti juga jadi warisan mereka kan? Tapi saya ini masih hidup, ya sama aja diusir kan?” Johanes menandaskan, Rabu 5 April 2017.

 419 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *