Dirlantas PMJ: Ingat, Sabuk Keselamatan Bukan Sekedar Aksesoris!

  • Share
SOPIR2
Ilustrasi pengemudi seorang petugas dan penumpangnya yang mengenakan sabuk keselamatan. (Ist)
JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM- Sabuk keselamatan adalah sebuah alat yang dirancang untuk menahan pengemudi atau orang yang duduk disampingnya agar tetap ditempat apabila terjadi kendaraan berhenti secara mendadak atau terjadi insiden kecelakaan lalu lintas (tabrakan).
Menurut Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya Kombes  Pol Ermayudi Sumarsono SIK bahwa sabuk keselamatan pada mobil bukan hanya sekadar aksesoris atau hiasan pelengkap saja.
“Saya tegaskan sabuk keselamatan bukan Aksesoris, dengan alat itulah pengemudi dan penumpang terlindungi dari fatalnya Insiden kecelakaan. Mengurangi luka-luka, mengurangi benturan atau bahkan terhindar dorongan keras hingga membuat terlempar Keluar dari Kendaraan,” ujar Kombes Pol. Ermayudi Sumarsono SIK dalam siaran persnya kepada Wartawan di Jakarta, Minggu (23/4/2017).
Sesuai dengan peraturan Undang – Undang No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan , secara explisit sudah jelas diatur dalam tata cara berlalu lintas , dan termasuk Ketentuan Pidananya.
Pada Pasal 106 ayat ( 6 ) berbunyi Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk disampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.
Kemudian Pasal 289 berbunyi bahwa setiap orang yang mengengemudikan kendaraan bermotor atau penumpang yang duduk disamping pengemudi yg tidak mengenakan sabuk keselamatan sebagaimana diatur dalam pasal 106 ayat ( 6 ) akan dikenakan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
“Jadi Penggunaan sabuk keselamatan itu ada payung hukumnya diatur oleh Undang-undang, maka jika ada pengemudi yang melanggar siap-siap kami tindak,” pungkasnya.
Dari uraian diatas Ermayudi menu, bahwa setiap pengemudi kendaraan roda empat atau lebih dan penumpang yang duduk disamping pengemudi jika   lalai dan tidak menggunakan sabuk keselamatan, masuk dalam kategori :
a.pelanggaran terhadap tata cara berlalu lintas yang benar.
b.perbuatan pidana pelanggaran lalu lintas .
c.sikap , dan perilaku serta tindakan yang dapa beresiko  pada fatalitas laka lantas.
d.sikap disiplin yg reltif masih rendah.
e.gagal dalam memahami esensi penegakan hukum (pencegahan, edukasi, pembelajaran, dan keselamatan).
“Melanggar Undang-undang Lalin berarti anda melakukan perbuatan pidana lalu lintas dan sudah pasti akan ada konsekuensi yang harus diterima,” tegas-nya.
Ermayudi menambahkan bahwa dari beberapa variabel tersebut, diharapkan setiap pengemudi kendaraan roda empat atau lebih dapat terbangun suatu pola pikir bahwa penggunaan sabuk keselamtan merupakan suatu kebutuhan yang tidak boleh ditawar- tawar dengan​
memberikan alasan-alasan subyektif yang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Jadilah pelopor keselamatan karena keluarga anda menanti di rumah, dengan keadaan selamat tentunya,” pungkas mantan Dirlantas Polda Kalimantan Selatan tersebut. (Yori/Lis)

 402 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *