IPW Minta Elit Polri dan Publik Bijak Sikapi Penembakan di Lubuklinggau

  • Share
IMG-20161109-WA0045
Presideum IPW Neta S Pane. (Ist)
JAKARTA,DETEKSIONLIEN.COM- Brigadir K pelaku penembakan di Lubuklinggau Sumsel sudah diperiksa propam. Namun Ind Police Watch (IPW) berharap elit Polri dan publik bisa bijak melihat peristiwa penembakan itu. Sehingga Brigadir K cukup diingatkan dan tidak perlu dikenakan sanksi karena apa yang dilakukannya adalah bentuk ketegasan seorang aparat kepolisian di lapangan dalam menghadapi situasi yang ada.
“Untuk kasus penembakan ini kita berharap Kapolri dan Publik bisa lebih bijak menyikapi nya,” ujar ketua Presideum IPW Neta S Pane dalam siaran persnya kepada Wartawan di Jakarta, Senin (20/4/2017).
Neta menjelaskan bahwa tindakan tegas memang harus dilakukan polisi terhadap anggota masyarakat yang melakukan pelanggaran atau membahayakan orang lain. Apalagi saat itu korban yang mengendarai mobil tersebut menerobos razia polisi, kabur dan menghindar dari kejaran polisi, sehingga patut dicurigai pengendara itu sebagai pelaku kejahatan. Tentunya polisi tidak mau ambil risiko.
“Jika pengendara itu tidak bersalah kenapa dia menerobos razia dan menghindar dari kejaran polisi. Jadi tembakan yang dilepaskan Brigadir K itu sebagai sebuah tindakan tegas agar pengendara itu tidak membahayakan orang lain,” ucap Neta.
Neta mengungkapkan memang dalam proses penembakan itu perlu ditelusuri apakah penembakan itu sudah sesuai SOP atau belum. Artinya sebelum melepaskan tembakan ke sasaran, apakah polisi teesebut sudah memberikan tembakan peringatan ke udara. Jika sudah dan pengendara tetap melarikan diri, penembakan yang dilakukan polisi itu sebuah langkah yang tepat meskipun ada korban tewas.
“Aparat kepolisian harus bertindak profesional, proporsional dan tegas agar anggota masyarakat terlindungi dari pelaku kejahatan. Sebagai anggota polisi di lapangan, wajar jika Brigadir K mencurigai pengendara itu  sebagai kelompok kriminal,” tuturnya.
Oleh karena itu para elit Polri perlu membela anggotanya yang sudah melakukan tindakan tegas dalam mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan di jalanan, meski akibat tindakan tegas itu ada korban jiwa.
IPW berharap elit polri dan publik bersikap bijak melihat peristiwa ini. Jika tidak, polisi di lapangan akan selalu ragu dan takut untuk bertindak tegas. Tapi kalau kapolres mengatakan peluru yang mengenai korban akibat pantulan dari tembakan terhadap ban, itu tentu salah kaprah.
“Harusnya pimpinan kepolisian mengakui saja tembakan itu merupakan tindakan tegas yang harus dilakukan aparatnya di lapangan karena pengemudi berusaha melarikan diri saat dirazia,” pintanya.
“Bayangkan jika yang melarikan diri itu penjahat atau teroris yang kemudian melakukan kejahatan, tentu polisi juga yang akan disalahkan,” terangnya.
Sebab itu, belajar dari kasus ini, masrakat tak perlu takut atau melarikan diri saat dirazia polisi.
“Kalau tidak salah kenapa harus takut. Tindakan tegas harus dilakukan polisi. Sebab tidak ada yang tahu siapa di dalam mobil itu,” ungkapnya. (Yori/Lis)

 297 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *