Jakarta Peringkat Tiga Kota Termacet di Dunia, ITW: Memprihatinkan!

  • Share
Pengendara_motor_Jakarta__10
Memprihatinkan, Jakarta peringkat ketiga sebagai Kota Macet terparah di dunia. (Ist)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM- Produsen GPS, TomTom, telah merilis daftar kota dengan kemacetan terparah di dunia. Untuk Ibu kota Jakarta kali ini mendapat peringkat ketiga untuk kota termacet di dunia.

Tentu ini bukan prestasi yang membanggakan. Padahal sebelumnya Ibu Kota Indonesia ini belum masuk ke dalam indeks. Kota lain yang baru masuk ke dalam 10 peringkat teratas adalah Tainan, di Taiwan, yang menempati posisi ke-9.

Menanggapi hal tersebut diatas Ketua Presideum Ind Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan  lantas bereaksi bahwa itu bukanlah prestasi, tapi kemerosotan karena sebelumnya Indonesia tidak masuk dalam daftar hitam kota macet terparah.
“Sungguh sangat memprihatinkan, ini bukti bahwa pemerintah belum mampu mewujdkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (kamseltibcar) lalin. Dan tugas ini ada di pundak Kombes Pol Ermayudi Sumarsono selaku Direktur lalu lintas Polda Metro Jaya selaku kepanjangan tangan dari Kapolda Metro Jaya,” ujar Edison Siahaan dalam sambungan telepon kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/4/2017).
Edison menambahkan jika dampak dari kemacetan di jakarta telah menimbulkan kerugian materil mencapai Rp56 triliun pertahun akibat pemborosan bahan bakar minyak yang dipergunakan oleh Kendaraan, Selain itu dampak kemacetan ini juga berimbas pada matinya kreatifitas dan aktifitas masyarakat.
“Jadi saya mau tegaskan bahwa kemacetan ini bisa sangat berdampak buruk pada roda perekonomian daerah kita, yang paling merasakan itu adalah masyarakat kita. Ini kemerosotan namanya,” ucap Edison.
Edison menegaskan agar pejabat Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya untuk lebih proaktif lagi dalam menjalankan tugas, dengan rutin turun ke jalan dan memperhatikan kebutuhan setiap anggotanya agar lebih semangat dalam bertugas.
“Yang ada faedahnya itu adalah pejabat selalu melakukan kontrol jajaran dibawahnya, Anggota dikalangan itu juga perlu penyemangat dan perhatian dari atasan-nya. Jangan hanya turun dilapangan pada saat momen atau acara besar saja,” tegas Edison. (DOL)

 1,886 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *