IPW: Agar Terang Benderang, Polisi Harus Jelaskan Perkara Makar Terdahulu

  • Share
IMG-20161109-WA0045
Presideum IPW Neta S Pane. (Ist)
JAKARTA,DETEKSI ONLINE.COM- IPW mendesak Polda Metro Jaya untuk lebih bersikap terbuka dalam penyelesaian kasus dugaan pemufakatan makar yang disangkakan kepada 9 tokoh Nasionalis,
di antaranya Rachmawati Soekarnoputri, Mayjen Purn Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas dan lainnya.
Sebab sudah hampir empat bulan kasus makar itu tak jelas kabar beritanya. Di sisi lain, kemarin Polda Metro Jaya telah menangkap sejumlah tokoh Islam dengan tuduhan yang sama yaitu makar.
“Jadi kita melihat bahwa kasus terdahulu itu masih ngambang, eh ini masuk lagi kasus makar yang melibatkan tokoh Islam. Polda harus ada kejelasannya dong untuk kasus yang terdahulu, sebab ini sudah masuk bulan yang ke empat,” ujar Presideum IPW Neta S Pane dalam siaran pers tertulisnya kepada Wartawan di Jakarta, Sabtu (1/4/2017).
Ind Police Watch (IPW) mendukung penuh langkah Polri dalam melakukan penegakan hukum, terutama dalam melindungi masyarakat dari berbagai ancaman kamtibmas. Namun dalam melakukan penegakan hukum Polri harus le profesional, proporsional, konsisten, dan tidak menjadi alat kekuasaan.
“Saya katakan bahwa Polri tidak boleh jadi alat kekuasaan” tegas Neta.
Neta mengungkapkan apabila Rachmawati dan Kivlan cs benar-benar hendak melakukan makar dan Polda Metro Jaya memang benar benar memiliki alat bukti yang kuat, berita acara pemeriksaan (BAP) kasus makar itu harus segera dilimpahkan ke kejaksaan agar bisa dituntaskan di pengadilan.
“Jika Rachmawati dan Kivlan cs benar bersalah maka BAP nya harus segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk menjalani persidangan, nah jika terus berlarut-larut maka akan menjadi tanda tanya besar bagi masyakat,” imbuhnya.
Neta kembali  menegaskan bahwa publik perlu mengetahui hal ini karena Polri adalah lembaga publik yang dibiayai dari uang rakyat. Selain itu kasus makar yang dituduhkan Polda Metro kepada Rachmawati dan Kivlan cs juga menyangkut kepentingan dan ketertiban masyarakat.
“Polda Metro Jaya tidak boleh membiarkan sebuah kasus, apalagi kasus makar begitu saja, setelah melemparkan tuduhan tersebut. Jika Polda Metro tidak mampu membuktikan tuduhannya kepada Rachmawati dan Kivlan cs, maka harus segera mengeluarkan SP3 dan menghentikan kasus makar terhadap Rachmawati dan Kivlan cs. Setelah itu meminta maaf dan merehabilitasi nama baik tokoh tokoh nasionalis yang dituduhnya akan melakukan makar,” pintanya.
Neta menambahkan Polda Metro Jaya sebagai aparatur kepolisian yang profesional tidak boleh mengambangkan dan mengombangambingkan kasus makar yang dituduhkannya karena ini menyangkut nasib dan status hukum para tokoh nasionalis tersebut. Dengan demikian publik akan mengetahui secara terang benderang apakah para tokoh nasionalis itu benar benar hendak melakukan makar atau tuduhan itu hanya akal-akalan pihak tertentu saja.
“Penyidik Polda Metro Jaya sebagai aparatur negara harus lebih tegas dan tuntas dalam menyelesaikan sebuah kasus, hal ini demi nama baik Polri itu sendiri,” tutup Neta. (DOL)

 337 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *