IPW : Pemerintah dan Aparatur Solid, Bandar Narkoba Tak Berkutik

  • Share
IMG-20161109-WA0045
Presideum IPW Neta S Pane. (Ist)
Jakarta,Deteksionline.Com Pernyataan sikap Badan Nasional Narkotika (BNN) yang tegas dalam forum Komisi Obat-obatan Narcotic (CND) di Wina, Austria patut diapresiasi dan perlu didukung jajaran kepolisian, kejaksaan, hakim, dan pemerintah secara nyata dan serius. Sehingga pemberantasan narkoba di Indonesia bisa benar-benar solid serta membuat para bandar maupun jaringan internasional takut masuk ke Indonesia.
Kali ini BNN mendelegasikan lima orang perwakilannya dalam forum CND, dan yang ditunjuk sebagai ketuanya adalah Irjen Arief Wicaksono. Ia mengatakan bahwa Indonesia tetap komit memerangi peredaran dan penggunaan narkoba. Tapi mengingat perdagangan narkoba merupakan kejahatan tergorganisir dan lintas batas, penanganannya tidak bisa dilakukan tanpa kerjasama antar negara. Dalam Forum CND ini BNN mengirimkan 5 delegasinya.
“Pada intinya pemberantasan Narkoba dapat terlaksana apabila melibatkan semua pihak,” ujar Arief.
Menurut kacamata IPW, apa yang dikatakan Arief adalah sebuah fakta yang patut dicermati,  terutama oleh pemerintah dan segenap bangsa Indonesia. Apalagi sekarang ini, jumlah narkoba yang masuk ke Indonesia lewat negara tetangga kian deras.
“Sungguh sangat ironis, di negara tetangga relatif aman dari serangan narkoba. Kenapa para bandar dan jaringan internasional takut masuk ke negara tetangga? Sebab pemerintah dan aparaturnya solid untuk bertindak tegas. Para bandar bisa dengan cepat mereka eksekusi mati, sehingga ada efek jera,” ungkap Presideum IPW Neta S Pane dalam siaran persnya Kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (15/3/2017).
Yang sangat disayangkan saat ini adalah di Negara kiita Indonesia, pemerintah dan aparaturnya tidak solid dalam bersikap menghadapi para bandar Narkoba dan jaringan internasional. Akibatnya, hukuman terhadap para bandar sangat bervariatif dan cenderung ringan.
“Coba tengok Negara kita saat ini sangat tidak solid menghadapai bandar tampak lemah. Sebagai contoh, bandar yang sudah divonis mati tak juga kunjung dieksekusi. Hal ini nengakibatjan para bandar bisa kembali berkolusi dengan oknum dan mengedarkan narkoba dari dalam penjara,” tegas Neta.
“Ketidaksolidan aparatur pemerintah ini membuat Indonesia terus menerus menjadi bulan bulanan bandar narkoba,” tegasnya lagi.
Neta menambahkan, ada tiga langkah jangka pendek yang harus dilakukan.
Pertama, segera eksekusi sem
Ketidaksolidan aparatur pemerintah ini membuat Indonesia terus menerus menjadi bulan bulanan bandar narkoba. Melihat situasi yang ada dimana Indonesia semakin darurat narkoba, sudah waktunya aparatur pemerintah solid dalam menyatakan perang terhadap narkoba.  Ada tiga langkah jangka pendek yang harus dilakukan. Pertama, segera eksekusi semua bandar narkoba yang sudah divonis mati dan kemudian bandar yang tertangkap dijatuh hukum berat.
Kedua, Indonesia sudah waktunya menerapkan hukuman mati kepada aparat penegak hukum maupun aparatur pemerintah yang bermain main dengan narkoba.
Ketiga, secara reguler BNN mengumumkan pengadilan mana saja yang menjatuhkan vonis ringan untuk bandar narkoba, untuk kemudian keputusan itu dicermati dan dikaji. Dengan adanya langkah ini tugas BNN dalam memberantas akan lebih ringan.
“Jika Pemerintah dan aparaturnya solid, sudah tentu para bandar narkoba tak berkutik dan selamatlah generasi penerus bangsa,” ucap Neta. (Yori/Ulis)

 1,227 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *