Eddy Hock Siang, Jamaah Umroh Wahidiyah asal Australia: Terpacu Beribadah Berkat Wahidiyah

  • Share
Eddy Hock Siang, jamaah umroh Wahidiyah asal Australia, saat dikofirmasi usai mengikuti bimtek manasik haji umroh di Ponpes Kedunglo Al-Munadhdhoroh, Jamat (10/03/2017) siang.
Eddy Hock Siang, jamaah umroh Wahidiyah asal Australia, saat dikofirmasi usai mengikuti bimtek manasik haji umroh di Ponpes Kedunglo Al-Munadhdhoroh, Jamat (10/03/2017) siang.

KEDIRI, DEKTEKSIONLINE –  Selasa (07/03/2017) lalu, deteksionline mengunggah berita tentang jamaah umroh Wahidiyah. Dari 437 jamaah umroh yang dipimpin langsung oleh Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA, Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo, salah satunya Eddy Hock Siang, warga negara Australia.

 

Menurut Muallaf yang menetap di Australia itu, tujuan mengikuti ibadah umroh Wahidiyah karena ingin belajar menjalankan syariat agama yang baru dianutnya. ”Saya ingin belajar (menjalankan syariat) agama Islam lebih dalam,” ungkap Eddy ketika dikonfirmasi sejumlah awak media usai mengikuti bimbingan teknis (bimtek) manasik haji umroh di Pusat Perjuangan Wahidiyah, Ponpes Kedunglo Al-Munadhadhoroh, Kediri, Jawa Timur, Jumat (10/03/2017) siang.

 

Lebih jauh diungkap Eddy, ia memeluk agama Islam lantaran menikahi wanita yang ia cintai beragama Islam. Menurutnya, kendati telah menjadi muallaf, namun syariat Islam tidak ia jalankan. Bahkan Eddy mengaku tidak bisa meninggalkan kebiasaan lamanya. ”Saya masih suka minum (miras),” katanya.

 

Ketika disinggung soal amalan Sholawat Wahidiyah, Pria warga keturunan ini mengaku memperoleh amalan tersebut setelah ayah mertuanya meninggal. “Waktu itu (Sepeninggal ayah mertuanya) istri saya mengalami depresi berat yang sulit disembuhkan,” ungkap Eddy.

 

Dalam kondisi seperti itu, ia dan istrinya disarankan untuk mencoba mengamalkan Sholawat Wahidiyah oleh tantenya yang lebih dulu mengamalkannya. Lalu, setelah mengikuti saran tantenya itu, ternyata penyakit yang diderita istri Eddy pun berangsur sembuh. Inilah sebuah pengalaman yang membuat Eddy beserta istrinya mulai tertarik mengikuti beragam kegiatan Wahidiyah, diantaranya Mujahadah Kubro dan ibadah umroh Wahidiyah ini.

 

Diakui Pengusaha mini market itu, setelah ikut mengamalkan (sholawat) Wahidiyah, selain hati menjadi tentram, ia pun merasa terpacu untuk beribadah sesuai syariat Islam, termasuk menjauhi kebiasaan lamanya yang dilarang agama. ”Ya, semuanya memang dari Tuhan (Allah) yang saya peroleh berkat (mengamalkan sholawat) Wahidiyah dan bimbingan Kanjeng Romo Kyai,” terang Eddy meyakini.

 

Menurutnya, salah satu doa dalam amalan sholawat Wahidiyah yang mudah ia baca dan dihafal ialah kalimat, Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh (Duhai Pemimpin Kami Duhai Utusan Alloh). ”(Sholawat) Wahidiyah ampuh (efektif),” ungkap Muallaf yang begitu antusias mengikuti prosesi bimtek manasik haji umroh Wahidiyah di Ponpes Kedunglo Al-Munadhdhoroh, seraya bersyukur.

 

 

Perjuangan Kesadaran

 

Wagub Jatim Saifullah Yusuf, saat melepas jamaah haji umroh Wahidiyah di Bandara Juanda, Surabaya, pada Sabtu (11/03/2017) pagi.al
Wagub Jatim Saifullah Yusuf, saat melepas jamaah haji umroh Wahidiyah di Bandara Juanda, Surabaya, pada Sabtu (11/03/2017) pagi.al

Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo, Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA, saat menyampaikan fatwa dan amanatnya pada prosesi pemberangkatan jamaah umroh Wahidiyah, Jumat (10/03/2017) malam, megimbau agar semua momen ibadah haji umroh ini dilaksanakan secara totalitas, semata-mata untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa Taala wa Rosulihi salallohu alaihi wassalam.

 

Semua urusan, dawuh Kanjeng Romo Kyai, baik urusan keluarga dan urusan yang lain-lainnya kita tinggalkan. Semua kita serahkan kepada Alloh. ”Keluarga kita yang di rumah, biar  Alloh yang mengurusnya. Kita harus benar-benar manfaatkan panggilan dari Alloh ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah dengan niat lillah dan billah (beribadah semata-mata karena Alloh dan meyakini segala sesuatu terjadi atas kehendak Alloh),” imbau Kanjeng Romo Kyai.

 

Selain itu, Beliau mengingatkan kepada jamaah umroh Wahidiyah agar mencatat segala hajatnya (keinginan) supaya tidak lupa ketika bermohohon (doa) di tempat-tempat yang mustajabah, baik di Mekah maupun di Madinah.

 

”Semua kita doakan. Keluarga kita, anak-anak kita, istri kita, suami kita,  tetangga kita serta seluruh umat dan masyarakat semoga diberi taufik dan hidayah oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala serta diberi kesadaran untuk fafirruu ilalloh wa Rosulihi Salallohu Alaihi Wassalam (lari kembali kepada Alloh dan Rosulnya),” imbau Kanjeng Romo Kyai.

 

Apalagi, sambung Beliau, saat ini kebhinekaan bangsa kita mulai terkoyak. ”Oleh karena itu, semuanya kita doakan agar bangsa kita diberi taufik serta hidayah oleh Alloh sehingga bangsa dan negara kita menjadi barokah,” dawuh-nya di hadapan seluruh jamaah ibadah haji umroh Wahidiyah yang tampak begitu khusyuk dan khidmat.

 

Jamaah umroh Wahidiyah yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo, Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA, itu, dilepas Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, di Bandara Juanda, Surabaya, pada Sabtu (11/03/2017) pagi.al

 

 2,849 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *