Pokja ULP Kepulaun Babel Konyol Dalam Menetapkan Pemenang Lelang

  • Share

 

kantor-ulp-pengadaan-barang_20160422_132748

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.COM: Tindakan Pokja ULP Bangka Belitung yang menetapkan CV Garda Mendim Bejaya sebagai pemenang pada paket Peningkatan Jaringan Irigasi D.I.R Serdang Pergam dengan harga penawaran banting 27 % dituding oleh LSM Gerakan Berantas Korupsi Bangka Belitung atau Gebrak Babel sebagaibtindakan konyol dan Langgar Perpres 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa.

“Konyol, berbau kongkalingkong dan itu sudah melanggar Perpres 70 Tahun 2012 karena kita tahu CV GMB itu banting dalam penawaran, CV GMB menawar 27 % dari pagu dana Rp.2,2 Milyar, ” kata Ketua Harian LSM Gerakan Berantas Korupsi (GEBRAK BABEL) Herman Saleh kepada wartawan di Pangkalpinang (7/3).

Gebrak terangkan dalam Perpres 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa, pada pasal 66 Ayat (8) yang berbunyi,”Berdasarkan pasal 8 dan penjelasannya HPS disusun  dengan  memperhitungkan  keuntungan dan biaya overhead yang dianggap wajar. Keuntungan  dan biaya Overhead yang wajar untuk Pekerjaan Konstruksi maksimal 15% (lima belas perseratus),” terangnya.

Kesimpulannya, CV GMB menawar 27%, jadi dimana mereka mau memperoleh keuntungan dan akibatnya pasti pekerjaan mereka sudah diduga menyimpang dari RAB dan Speck,

“Kami menduga pasti proyek itu dikerjakan menyimpang dari RAB dan Speck, karena kalau sesuai RAB dan Speck pemborong pasti tidak ada untung,” cap Herman Saleh.

Menindaklanjutkan penetapan pemenang tersebut, Gebrak meminta pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan karena ada unsur yang dikatagorikan dapat merugikan keuangan negara, sebab dengan dana seperti itu proyek tidak akan bisa optimal didalam pengerjaannya,

“Kita meminta pihak berwajib dari Tipikor Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan karena diduga ada unsur yang berpotensi merugikan keuangan negara, kami duga proyeknya dikerjakan tidak maksimal dan pasri amburadul,” terang Herman Saleh lagi.

Dikabarkan pada Jumat (3/3/2017) pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bangka Belitung yang diketuai Amran pada paket pengadaan Peningkatan Irigasi Pergam Serdang APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun Anggaran 2017 sudah menetapkan CV Garda Mendim Berjaya sebagai pemenang.

Sebelumnya dalam penawaran melalui elektronik, CV Garda Mendim Bejaya menawar 27% dari pagu dana yaitu Rp 1.691.200.000.-Sedangkan penawaran yang lain, seperti CV Belza Pratama Rp.1.750.411.000.- CV Mahadinata Rp.1.820.998.000.- 4.CV Aldran putra sejahtra Rp.1.840.000.000.- Sementara itu penawaran CV.Pulau Harapan Rp.1.840.476.000.-

Undangan klarifikasi dokumen pada tgl 23 Februari 2017, ada 5 perusahaan yang diundang, yaitu Cv Belza Pratama, CV Global Tehnik Mandiri, CV Mahadinata, CV Garda Mendin Bejaya, dan CV Pulau Harapan.Tiga perusahaan yang ikut klarifikasi, CV Global Tehnik Mandiri, CV Garda Mendim Bejaya dan CV Pulau Harapan.(julianto)

 776 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *