IPW : Jika Kasus Antasari dibuka, Maka Para Petinggi Polri Harus diperiksa

  • Share
IMG-20161109-WA0045
Presideum IPW Neta S Pane. (Ist)

JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM –Ocehan Antasari Azhar (AA) tentang kematian Nazaruddin kini memasuki babak baru,  Polri diharapkan profesional menuntaskannya dan semua penyidik yang terlibat dalam menangani kasus Nazaruddin perlu dinonaktifkan dari jabatannya agar proses kasus ini tidak masuk dalam ranah konflik kepentingan. Selain itu proses penanganannya perlu diawasi Tim Independen mengingat banyaknya kejanggalan dalam proses pengungkapan kasus kematian Nazaruddin tersebut.

Indonesian Police Watch (IPW) berharap Polri segera mengusut laporan Antasari maupun laporan SBY agar kasus kematian Nazaruddin terang benderang, sehingga akan terungkap apakah ada unsur politis di balik kasus ini, apakah ada intervensi kekuasaan atau justru penyidik Polri yg tidak profesional.

“Bagaimana pun apa yg diungkapkan Antasari dlm kss terbunuhnya nazaruddin menjadi isu baru yg hrs diungkapkan polri. Sebab selama ini laporan Antasari soal hilangnya baju nazaruddin dan tentang sms palsu seperti tidak “digubris” Polri. Sehingga kasus ini tidak selesai secara tuntas dan terang benderang,” ujar Presideum IPW Neta S Pane dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Untuk itu agar kasus ini tuntas semua penyidik yang terlibat dalam penanganan kasus nazaruddin segera dinonaktifkan. Tujuannya agar kejanggalan-kejanggalan dalam kasus ini bisa diungkapkan. Antara lain, sebelum dibawa ke kantor polisi, orang-orang yang disebut sebagai eksekutor dibawa kemana.

“Apakah ada pihak lain yg terlibat dlm membantu polisi saat menangkap orang-orang yang disebut sebagai eksekutor dan siapa mereka? Kemana hilangnya baju Nazaruddin? Kemana sopir Nazaruddin yang menjadi saksi kunci kematian itu? Kemana Rani? Kemana sepeda motor yang katanya digunakan dalam mengeksekusi Nazaruddin dan lain-lain. Kejanggalan-kejanggalan ini perlu diungkap ulang,” ucapnya.

IPW mendukung 1000 persen kasus ini dibuka lagi. Tapi apa mungkin Polri mau memproses kasus yang diungkap Antasari ini dengan tuntas, mengingat para penyidik polri yg menangani kasus kematian nazaruddin sudah menjadi pejabat tinggi di institusinya.

“Artinya jika kasus antasari ini mau dibuka lagi kapolda metro jaya irjen M Iriawan harus dinonaktifkan dari jabatannya agar tidak terjadi konflik kepentingan sebab saat itu iriawan lah sebagai direskrimum yang mempimpin penanganan kasus kematian nazaruddin dan menangkap antasari. Kunci jawaban dari apa yg dipaparkan antasari itu tentu ada di irjen iriawan dan kapolda metro jaya saat itu serta kapolri waktu itu,” terang Neta.

Neta menambahkan Jika kasus ini hendak dibuka lagi, maka para petinggi Polri itu harus diperiksa. Melihat semua itu tentu sangat mustahil untuk membuka kembali kasus kematian nazarudin dan membuka apa yang diungkap antasari.

Risikonya jika polri tidak menuntaskan kasus ini secara transparan maka antasari harus siap-siap menghadapi laporan dari SBY dengan tuduhan fitnah, pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter oleh mantan presiden tersebut.

“Sebagai mantan jaksa dan mantan ketua KPK Antasari harusya berpikir ulang untuk membuat tuduhan pada SBY karena pada dasarnya tuduhan itu akan sulit dibuktikan dan kuncinya ada di polri yang tentunya polri tidak akan mau memberikan kunci itu,” terangnya.

Sementara itu orang-orang yang disebutkan antasari tentu akan membantah semua ucapan mantan ketua KPK tersebut karena tidak ada bukti yang menguatkan. Akibatnya antasari akan terjepit sendiri karena akan dilaporkan SBY telah melakukan fitnah atau pencemaran nama baiknya. Apalagi di sepanjang pemeriksaan baik di polri maupun di pengadilan, tidak pernah disebutkan kasus kematian nazaruddin dan kasus penangkapan antasari berkaitan dengan kasus penangkapan Aulia Pohan. Bahkan di pledoinya pun antasari tidak pernah mengungkapkan hal ini.

“Terlepas dari hal itu babak baru kasus kematian Nazaruddin ini menarik untuk dicemati,” tutup Neta. (Yori/Ulis)

 

 513 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *