Perjalanan Terakhir Penyelundup Bayi Lobster Asal Cilacap

  • Share
IMG-20170205-WA0045
 I (17) Penyelundup bayi lobster yang berhasil ditangkap oleh Kanim Ngurah Rai, Bali (Ditjen Imigrasi)
JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Kinerja positif Kantor Imigrasi (Kanim) Ngurah Rai, Bali kembali ditorehkan karena berhasil membongkar aksi pelaku berinisial I (17) yang hendak menyelundupkan bibit lobster ke Singapura dan diketahui bahwa I masuk dalam jaringan penyelundupan kelas kakap yang di pimpin oleh pelaku berinisial D.
Wanita muda asal Cilacap tersebut merupakan buronan petugas Bareskrim mabes polri yang masuk dalam daftar hitam karena kegiatan yang melanggar hukum. Bayi lobster tersebut ditaruh dalam kain basah kemudian dibungkus rapi dengan plastik agar agar dimasukkan ke dalam bagasi.
“I (17) berangkat hari Sabtu (4/2/2017), dan sudah sempat lewat dari pantauan imigrasi. Setelah lewat barulah ada info dari bareskrim ¬†umtuk mencegah nya agar tidak berangkat ke Singapura,” ujar Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno kepada Deteksi online.com di Jakarta, Minggu (5/2/2017).
Setelah melakukan penelusuran dengan lebih mendalam maka diperoleh informasi jika yang bersangkutan telah mendarat di changi. Kemudian melakukan kerjasama dengan pihak Imigrasi Singapura agar tidak memberikan izin pelaku I masuk ke Singapura.
“Pelaku ternyata sudah mendarat di Changi, kemudian kami berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Singapura untuk mencekal I agar tidak lolos,” ucap Agung.
Agung menambahkan, setelah mengetahui keberadaannya maka pihak Imigrasi Ngurah Rai Bali bersama dengan pihak kepolisian dan karantina ikan langsung mengamankan I serta menggeledah tas yang berada di boarding gate, dan ditemukan ratusan bayi lobster yang dikemas rapi dalam plastik.
IMG-20170205-WA0047
Inilah penampakan bayi lobster yang berhasil diselamatkan oleh Kanim Ngurah Rai, Bali. (Ditjen Imigrasi)
“Ada ratusan bayi lobster kelas I berhasil kami gagalkan, dan di luar negeri hewan ini jika sudah besar harganya mahal,” tambahnya.
Akibat perbuatannya kini I harus berurusan dengan pihak kepolisian di Mapolda Bali guna dimintai keterangan, untuk memutuskan mata rantai penyelundupan hewan berharga dari Indonesia serta menangkap D yang adalah otak atas kejahatan ini.
“Sudah diamankan di Mapolda Bali, guna diproses hukum lebih lanjut,” tutup Agung. (Yori)

 1,026 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *