Ulah Hakim Nakal Tamparan Keras Bagi Lembaga Negara

  • Share
IMG-20170123-WA0031
pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe. (Ist)
Jakarta,deteksionline.com Penangkapan terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu malam, (25/1) menambah banyak daftar pejabat negara terlibat praktik Korupsi.
Terhadap penangkapan ini, Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia menilai kasus yang menimpa Hakim Konstitusi Patrialis Akbar merupakan tamparan keras dan memalukan bagi lembaga negara di Indonesia.
“Penangkapan Hakim Konstitusi ini tamparan keras dan sungguh memalukan bagi lembaga negara di Indonesia,” ucap Maksimus Ramses Lalongkoe kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/1/2016).
Ramses menilai, perbuatan yang dilakukan Patrialis Akbar telah merusak dan mencoreng lembaga negara yang diyakini publik selama ini sebagai lembaga negara yang patut dipercaya. Namun buktinya dalam rentang sejarah Mahkamah Konstitusi sudah dua Hakim yang ditangkap KPK.
Sebab sebelumnya kata Ramses nama Lembaga Mahkamah Konstitusi telah tercoreng akibat perbuatan Ketua MK Akil Mochtar yang juga ditangkap KPK dalam kasus penyuapan.
Peristiwa ini lanjut Ramses, semakin menguatkan rasa ketidak percayaan masyarakat yang mencari keadilan terhadap lembaga hukum di negeri ini. Hakim Konstitusi yang seharusnya menjadi benteng terakhir bagi publik justru terlibat dalam skandal korupsi.
“Hakim MK adalah benteng terakhir bagi masyarakat untuk mendapatkan keadilan, jika ada hakim yang terlibat skandal korupsi maka kemana lagi publik harus mencari keadilan?,” papar Dosen Universitas Mercu Buana Jakarta ini.
Lembaga MK sebagai pengawal konstitusi (the guardian of constitution) dan pengawal demokrasi (the guardian of democration) yang terhitung masih muda usianya harus kehilangan wibawahnya akibat ulah hakim nakal. Institusi yang semula digandrungi rakyat karena kiprahnya dalam memperjuangkan hak konstitusional warga Negara untuk memperoleh keadilan, menjadi redup akibat rentetan hakim MK terlibat skandal korupsi.
“Lembaga MK merupakan pengawal Konstitusi dan pengawal Demokrasi itu mutlak, jika dirusak oleh oknum Hakim nakal maka hilanh sudah wibawanya,” jelasnya.
Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, pada Rabu malam, 25 Januari 2017. Ketua KPK Agus Rahardjo mengakui Patrialis ditangkap di sebuah hotel di hotel Taman Sari, Jakarta Barat. (Yori)

 466 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *