Pengamat: Kicauan Fahri Hamzah Melecehkan dan Rendahkan Martabat TKI

  • Share
IMG-20170123-WA0031
Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (API) Maksimus Ramses Lalongkoe. (Foto: Ist)

Jakarta,deteksionline.com Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kembali berkicau melalui akun twitter pribadinya @Fahrihamzah. Kali ini politisi PKS itu mencuit dengan kalimat “Anak bangsa mengemis menjadi babu negeri orang dan pekerja asing merajalela”.

Menanggapi kicauan Fahri ini, Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan bahwa ucapan Fahri Hamzah itu melecehkan dan merendahkan martabat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang saat ini bekerja di luar negeri.

“Ucapan ini bentuk pelecehan dan merendahkan martabat para TKI”, ucap pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/1/2016).

Menurut Ramses, tokoh sekelas Fahri Hamzah apalagi memegang jabatan penting dan strategis sebagai wakil ketua DPR sangat tidak tepat berucap demikian. Ucapan tersebut tidak menggambarkan sosok tokoh yang seharusnya berusaha membantu mencari jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi bangsa.

Tenaga Kerja Indonesia lanjut Ramses telah membantu Indonesia melalui sumbangan devisi mereka. Ketika mereka dianggap sebagai babu di negeri orang tentunya telah mencederai hati mereka dan suatu bentuk pelecehan verbal yang dilakukan pejabat negara.

“Kata babu itu bentuk pelecehan verbal terhadap TKI dan ini benar-benar mencederai hati para TKI,” ucap Ramses.

Ramses menambahkan, Fahri Hamzah sebagai pejabat negara harusnya perlu menghindari ucapan-ucapan yang melukai hati rakyat. Ucapan itu tidak hanya melecehkan para TKI sendiri tapi juga melecehkan keluarga para TKI bahkan melecehkan bangsa Indonesia.

“Fahri Hamzah sebagai politisi senayan harus menarik kembali dan meminta maaf atas kicaun itu sehingga tidak menimbulkan beragam reaksi di tengah masyarakat,” pinta Ramses yang juga memjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (API). (Dol)

 500 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *