Pengamat: Cuitan SBY Di Twitter Bisa Jadi Bumerang

  • Share
pengamat-politik-maksimus-ramses-lalongkoe-20161128_231249
Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe. (Foto: Ist)

Jakarta,deteksionline.com – Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menghentak publik Indonesia melalui cuitan di twitter milik pribadinya‏ @SBYudhoyono. Kali ini Ketua Umum Partai Demokrat itu menulis status dengan kalimat : “Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar “hoax” berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*.

Menanggapi cuitan SBY yang ramai diperbincangkan di tengah masyarakat ini, Pengamat Komunikasi Politik Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan, cuitan SBY di twitter yang pasti memiliki tujuan dan maksud khusus baik kepada pemerintahan yang berkuasa maupun kepada masyarakat Indonesia.

Kata-kata yang digunakan dalam cuitan itu juga memiliki makna yang luas dan dalam. Jika masyarakat biasa yang menciut mungkin tidak berdampak tapi karena seorang mantan kepala negara yang mencuit tentu memiliki dampak dan dampak yang paling cepat adalah bagaimana publik memberikan komentas langsung baik yang bernada positif maupun yang bernada negatif.

“Cuitan pak SBY itukan sudah banyak yang ketahui dan sudah banyak juga yang beri komentar baik bernada positif maupun negatif. Namun yang pasti cuitan itu punya maksud dan tujuan dan saya melihatnya kepada pemerintahan yang berkuasa dan kepada masyarakat luas”, ucap Ramses dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/1/2016).

Menurut Ramses yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini, cuitan mantan Presiden dua periode itu bisa menjadi bumerang karena kata-kata yang digunakan cenderung pesimistis ketimbangkan kata-kata yang membawa optimisme bagi keberlangsungan negara.

“Seharusnya sebagai mantan Presiden dan sebagai tokoh bangsa tidak perlu terpancing dalam persoalan-persoalan kecil. Membangun rasa optimisme dan semangat kebangsaan yang lebih diutamakan ketimbang berpusat pada hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kebaikan negara dan bangsa,” tutupnya. (Dol)

 377 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *