JJB Pentaskan Musyawarah Abu Bersama Sandiaga Uno

  • Share

Jakarta, deteksionline.com – Jaringan Jakarta Bersatu (JJB) sebuah sayap pemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi yang bergerak di bidang seni budaya, mementaskan Lenong Denes di gedung Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (10/1) malam lalu.
Lenong Denes merupakan teater rakyat Betawi yang mengambil cerita dengan tema kerajaan. Lenong ini berbeda dengan Lenong Preman yang biasanya mengambil tema cerita jagoan atau kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi.
Dalam pementasan yang bertajuk Musyawarah Abu ini JJB bekerjasama dengan Sanggar Kembang Batavia pimpinan Tutur Denes yang memang aktif melestarikan kesenian yang hampir punah ini.
Selain Sanggar Kembang Batavia, JJB juga melibatkan calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno yang berperan sebagai putra mahkota yang hilang dari sebuah kerajaan antah berantah. Sementara Pembina JJB yang juga ketua tim pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera didapuk menjadi salah seorang penasehat raja.
Yasmine Muthia, selaku pimpinan produksi pergelaran tersebut mengatakan pihaknya sengaja menampilkan Lenong Denes karena, Lenong Denes itu dari segi cerita dan bahasa memiliki perbedaan dengan lenong preman. Lenong Denes mengambil setting kerajaan dan bahasa yang digunakan juga Bahasa Indonesia yang oleh orang Betawi disebut Bahasa Melayu Tinggi.
Yasmine yang juga bermain sebagai putri raja itu menambahkan, selain Sanggar Kembang Batavia, JJB melibatkan pula beberapa artis sinetron seperti Mak Kartini, Ruli TOP, Haji Sodik TOP dan seni debus.
“Jadi bukan hanya kesenian Betawi saja yang ditampilkan. Seni debus dari Banten juga kita libatkan, karena bisa disesuaikan dengan cerita. Selain itu Jaringan Jakarta Bersatu atau JJB memang menaungi bukan saja seni budaya Betawi, tetapi juga kesenian lain seperti Reog Ponorogo, Calung Jawa Barat, dan kesenian lainnya di Nusantara yang berdomisili di Jakarta.” terangnya saat dihubungi Rabu (11/1)‎.
Tentang keterlibatan Sandiaga Uno dan Mardani Ali Sera, Yasmine menjelaskan bahwa itu merupakan ide dari Tim JJB yang dikomandani Deni Alwi. JJB juga mengajak beberapa sanggar silat seperti PBN, PBC, dan Deprok untuk meramaikan pentas tersebut.
Selain Sandiaga Uno, istrinya, Nur Asia Uno juga ikut berperan di dalam lenong tersebut sebagai ibu suri ‎yang perannya mengurus putra-putri raja. KeterlibatanNur Asiah Uno diakui Yasmine lantaran ia merupakan orang Betawi asli.
“Karena beliau orang Betawi asli, jadi pas banget ‘kan?” ucapnya
Yasmine menambahkan, seharusnya yang menjadi Putra Mahkota adalah Calon Gubernur DKI Jakata Anies Rasyid Baswedan, namun karena kepadatan jadwal Anies, Cagub nomor tiga itu tidak bisa ikut bermain dalam acara lenong itu. Karena itu pihaknya terpaksa mengubah susunan pemain.
“Kita sudah prediksi kalau Pak Anies tidak akan datang karena jadwal yang padat, jadi kita minta Pak Sandiaga untuk jadi Putra Mahkota, kalau pun Pak Anies datang, maka Pak Sandi akan berperan sebagai rekan putra mahkota,”terangnya.
Kendati begitu, dalam mengubah pemain dinilai Yasmine tidak terlalu sulit karena pihaknya sudah memiliki planning B untuk mengubah skema apabila Anies tidak ikut berperan.
“Dibilang kewalahan sih tidak ya karena kita punya planning A, B dan C,” tandas Yasmine.
Sementara itu, salah satu penonton Lenong Denes itu mengaku senang dan merasa terhibur, terlebih lagi dengan penampilan cawagub nomor urut 3 yang menjadikan suasana pementaran dirasa puas bagi penonton.
“Saya merasa terhibur dan puas dengan pementasan itu. Ceritanya meski penuh satir politik tapi dikemas dengan komedi yang lucu. Bang Sandiaga dan istrinya juga kelihatan natural bermainnya,” kata Ida Farida, warga Condet.

 1,423 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *