Nota Keberatan Ahok ditolak Majelis Hakim

  • Share

Jakarta, deteksionline.com – 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjalani sidang lanjutan pada selasa (27/12) di PN jakarta utara di jalan gajah mada, jakarta pusat atas dugaan penistaan agama sempat melakukan pose salam dua jari. Pose yang di perlihatkan oleh Ahok merupakan sebagai lambang perdamaian bukan salam kampanye.

Sidang putusan yang di jalani oleh Ahok, dirinya melontarkan kalimat dengan nada serius ke arah kursi yang ditempati para anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang hadir.

“Itu victory (simbol dua jari) perdamaian,” ujar Ahok dengan tegas ke arah anggota ACTA selasa (27/12).

Sementara itu, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Dwiarso Budi menolak nota keberatan Ahok dalam sidang kasus penistaan agama. Pasalnya, Hakim menilai eksepsi Ahok tidak beralasan menurut hukum untuk melakukan nota keberatan, sehingga sidang harus tetap dilanjut ke pokok perkara.

“Menyatakan keberatan terdakwa tidak dapat diterima, menyatakan sah menurut hukum dakwaan penuntut umum sebagai dasar perkara terdakwa atas nama Basuki Tjahaja Purnama,” tutur ketua majelis hakim H Dwiarso Budi.

 408 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *