PN Jaksel Vonis 8 Tahun Penjara Direktur PT AAAS

  • Share
img-20161031-wa0015
Sidang Vonis Direktur PT.AAAS di PN Jakarta Selatan. (Ist)
Jakarta,Deteksionline.com Hakim  Ketua Lenny Wati Mulashimadhi menjatuhkan vonis 8 tahun penjara Direktur perusahaan investasi PT Andalan Artha Advisindo Securytas (AAAS) atas nama Theodorus Andri Rukminto (46), dan denda Rp 2 miliar subsider 9 bulan.
“Memutuskan terdakwa di hukum 8 tahun penjara, denda 2 miliar dan subsider 6 bulan,” kata Lenny di Pengadilan Negeri(PN) Jakarta Selatan Jalan Ampera, Pasar Minggu, Senin (7/11) malam.
Putusan itu lebih ringan dari tuntutan sebelumnya yaitu 14 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yenita Sufniwat.
Terdakwa Theodorus Andri Rukminto ditutut dengan pasal 372 KUHP tentang Pengelapan dan pasal 3 UU RI No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU).Putusan majelis hakim setelah mendengarkan sejumlah keterangan saksi, terdakwa, barang bukti dan fakta-fakta hukum.
Korban atas nama Ghozi Mohammad dan Azmi Ghozi Harharah mengalami kerugian 24 miliar
Usai membacakan putusan tersebut Hakim Ketua menanyakan kepada terdakwa. Apakah terdakwa menerima atau banding putusan tersebut?
Terdakwa menjawab, “pikir-pikir,” setelah berduksi dengan pengacara hukumnya Hermanto Barus.
Kemudian hakim memberikan batas waktu berpikir kepada terdakwa kurang dari 7 hari (seminggu).
Sebelumnya, hakim juga menggelar perkara sidang dengan terdakwa yang sama dengan korban PT Grandpuri Permai (GPP) merupakan perusahaan penanam modal asing (PMA). Dengan agenda pembacaan pledoi oleh terdakwa atas hakim dan JPU yang sama.
Dalam sidang pledoi tersebut, korban mengalami kerugian Rp 120 miliar atas nama Takeshi Abe.
Sidang pledoi tersebut, hakim akan memberikan kesempatan kepada JPU memberikan replik setelah terdakwa membacakan pledoinya. Hakim memberikan kesempanan kepada JPU untuk memberikan tanggapan terhadap pledoi tersebut, Senin 14 November 2016.
Dalam perkara yang dialami PT GPP berawal transaksi jual beli hotel di jalan RA Kartini, TB Simatupang, Jakarta Selatan. Dimana PT GPP menerima secury deposit sebesar 120 miliar, namun PT GPP menitipkan ke PT AAAS.Tetapi setelah uang transaksi dibayar PT TLI, uang titipan tidak dapat dikembalikan ke PT GPP. Sehingga PT GPP melalui Direktur melaporkan Theodorus Andri Rukminto ke Bareskrim, Polri pada  29 September 2014. (Sapuji/Yori)

 

 881 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *