RUU Tindak Pidana Terorisme segera Rampung dan Disahkan

  • Share

img-20161011-wa0007

JAKARTA, DETEKSIONLINE:  RUU Tindak Pidana Terorisme semakin holistik, segera rampung dan disahkan secepatnya oleh DPR RI

Hal ini diungkap Ketua Rumah Kamnas Maksum Zubbair kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/10).

Menurut  Maksum Zubair, terorisme adalah kejahatan Trans National Organized Crime (TOC), dan TOC itu dapat dikatagorikan sebagai Pelanggaran Berat Hak Azazi Manusia (HAM) dan Crime Againts Humanity.

Oleh karena itu UU sangat diperlukan, dan Rumah Kamnas melihat sangat perlu payung hukum untuk melaksanakan Pencegahan dan penindakannya secara terencana dan berkesinambungan sehingga hak asasi manusia dapat dilindungi .

“Jadi sudah barang tentu penanggulangan terorisme haruslah melalui mekanisme Sistem Peradilan Pidana (Criminal Justice System),” kata Maksum.

Soal adanya pro dan kontra terkait nama RUU (ada yang menghendaki namanya “RUU tindak pidana Terorisme” dan ada juga yg menghendaki nama ” RUU Pemberantasan Terorisme”), Rumah Kamnas berpendapat RUU tersebut sebaiknya diberi nama ” RUU Tindak Pidana Terorisme ” agar jelas jangkauan UU ini dan penanganannya.

Artinya, jika dengan nama RUU Tindak Pidana Terorisme, penanganan terorisme dilakukan dengan cara penegakan hukum dan penghormatan terhadap HAM. “Kami anggap sesuai denga konstitusi dan falsafah bangsa Indonesia Pancasila, terutama sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab dan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,” ungkap Maksum.

Maksum menjelaskan, Kemanusiaan bisa ditegakan bila hukum berjalan dan ditegakkan dengan seadil-adilnya sesuai ketentuan hukum yg berlaku, dan untuk menyatakan/menetapkan si A bersalah, si B tidak bersalah harus melalui proses pengadilan.

Adapun sila kelima Pancasila, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, adalah bagaimana negara hadir untuk turut serta memberi kompensasi terhadap korban terorisme.

“Bila sila kedua dan kelima Pancasila tersirat dan tersurat dalam RUU Tindak Pidana Terorisme, maka kami yakin partisipasi masyarakat akan tumbuh sebagai bentuk kesadaran bersama dan persoalan terorisme menjadi kewaspadaan keamanan bersama,” katanya..

Apa Itu Terorisme?

Menyinggung definisi terorisme yang masih menjadi perdebatan dan sedang dicari definisinya, Maksum berharap secara bersama menelaah kejadian demi kejadian teror di indonesia.

“Kami berpandangan terorisme yang melakukan teror di indonesia masih bermotif kriminal dengan menciptakan ketakutan terhadap masyarakat secara massif, motif itu muncul kemungkinan karena ketidakadilan, masalah ekonomi, dan ada yang bermotif ideologi,” kata Maksum.

Kemudian, tambah Maksum, baru-baru ini ada juga diramaikan di medsos (whatsapp), yang cukup masif, yakni ujaran kebencian. Ini juga harus menjadi perhatian penyusun undang-undang.. Karena ini masalah kriminal.

Kelompok santoso, walau kelompok ini bersenjata, tapi cara mendapatkan senjata tersebut dengan cara kriminal untuk mempertahankan diri dan kelompoknya.

Jadi, setelah mengamati dan mengkaji kejadian demi kejadian teror di indonesia, Definisi terorisme terhadap pelaku teror di indonesia menurut Rumah Kamnas masih condong bermotif kriminal.

Tapi, kata Maksum, bila ada kelompok bersenjata yang bermaksud makar (ingin mendirikan negara selain NKRI) itu jelas musuh negara menjadi tugas TNI untuk menumpas.

Akan berbeda bila ada sekelompok orang yg bermaksud makar, tapi tidak bersenjata maka untuk menjunjung tinggi rasa kemanusiaan mungkin perlu proses hukum untuk memastikan bahwa si A punya motif Makar, untuk apa, untuk memenuhi rasa kemanusiaan yang adil terhadap hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku. (Kh)

 438 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *