ACTA Beri Bantuan Hukum bagi Aktivis Medsos yang Dikriminalisasi

  • Share

[starlist][/starlist]

img-20160930-wa0008
Jamal Yamani, Sekjen ACTA

JAKARTA,DETEKSIONLINE: Pernyataan Polda  Metro Jaya,  tentang akan melakukan  Patroli  Siber (Cyber Patroli ) terkait  pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta harus  disikapi secara  kritis.

Hal itu ditegaskan Sekjen Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Jamal Yamani, SH kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/9).

“Kalau  memang ada rencana Polri untuk melakukan cyber patroli, kami berharap dan  meminta obyektifitasnya  dalam bertindak,” tegas Jamal Yamani

Terpenting, kata Jamal, Polri tidak memihak petahana bertindak di no.1 kan, tidak  sehingga aktifitas Cyber  Patrol  tidak atau jangan mengarah  pada  tindakan kriminalisasi  kebebasan menyampaikan  pendapat  di muka umum,” imbuh Sekjen ACTA ini.

Menurut Jamal Yamani, kebebasan menyampaikan  pendapat  tersebut harus  didalam  ruang  hukum, dimana tidak mengandung  fitnah, rasisme,  penyebaran  berita bohong dan lain-lain. Jadi  bagi aktivis medsos yang berseberangan dengan Ahok, jangan  takut melakukan hal-hal  bersifat kritisi sepanjang  tidak  melanggar ketentuan  Hukum.

Misalnya tidak  takut menkritik kebijakan Ahok.  Karena kebijakan Ahok  atau  pemimpin yang   tidsak pro  rakyat, seperti  penggusuran, berbicara  kasar  kepada rakyat atau  fitnah lainnya.

Aktivis medsos juga diharapkan tifak  takut  menuntut  pengusutan kasus  korupsi yang diduga melibatkan  Ahok,  seperti kasus RSSW, reklamasi, lahan Cengkareng dan lain lain secara  transparan sampai  tuntas sehingga  hasilnya terang benderang.

“Jangan takut selagi tujuannya untuk mendapatkan kepastian hukum apakah Ahok terkait, terlibat atau  tidak,” ujar Jamal Yamani

Selanjutnya ACTA mengingatkan pula agar aktivis medsos tidak takut menyampaikan ajaran  agama. “Menyampaikan ajaran  agama padalah  bagian  dari Hak  Azazi Manusia diatur  dalam Konstitusi UUD  1945 & UU No. 29 tentang  Hak Azazi  Manusia. Dalam Islam  pun itu  adalah  ibadah,  karena mensyiarkan apa yang terkandung di dalam  Al Qur’an dan  As Sunnah. Seperti  tafsir Surat  Al Maidah  51 kemudian  kita  sampaikan bunyi atau  tafsirnya itu  wajib. Ketidak  bolehannya  adalah menghina  orang lainnya karena  SARA,” tandasnya.

img-20160930-wa0006

Aktivis medso juga tidak  harus takut melaporkan dugaan penyalah gunaan  kekuasaan (abuse  of Power ) terkait Pilgub. “Yaang perlu diwaspadai adalah  dugaa penggunaan  APBD, mobilisasi birokrasi, dan pelaksanaan  acara seremonial yang disisipi kampanye terselubung, yang dikemas  begitu rapih dan  terorganisir,” katanya.

Maka, kata Jamal, jika netizen menemukan hal tersebut, jangan segan-segan,  jangan  takut mengabarkannya di Medsos.

“Jangan takut juga untuk  melaporkan,  jika di  provokasi,  penzoliman, dan  dikriminalisasi. ACTA semaksimal  mungkin akan memberikan bantuan hukum,  bila aktivis medsos  yang  tidak melakukan pelanggaran hukum tapi  di  Kriminalisasi,” ujar Jamalm

Terkait masalah itu, ACTA akan melakukan  patroli medsos guna melindungi lawan  politik Ahok, untuk  memastikan tidak ada tindakan  kriminalisasi  tersebut.(dra)

 

 650 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *