Tambah Anggaran Densus 88 dan Brimob

  • Share

densus-88-_140703133629-241

JAKARTA, DETEKSIONLINE : Anggaran yang diperuntukkan penanggulangan teroris, khususnya untuk institusi Brimob dan Densus 88 dianggap masih minim. Perlu penambahan yang signifikan agar tugas yang diemban Densus 88 dan Brimob, yang sangat berat itu, lebih barhasil lagi dari yang sudah dicapai.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Komisi I DPR RI, Ahmad Hanafi Rais bersama rombongan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, kemarin.

Karena ini, tutur Ahmad Hanafi Rais, pemerintah diharapkan untuk segera meningkatkan anggaran tersebut.

“Yang harus diperbaiki soal kedisiplinan dan secara keseluruhan komitmen juga harus lebih efektif karena dukungan parlemen mengenai politik anggaran untuk Polri juga semakin lama semakin bagus,” ujar Ahmad Hanafi Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Dia menyarankan hal itu karena menilai Polri (Brimob) berhak memiliki anggaran lebih agar sistem keamanan bisa lebih baik lagi.

Sarannya, untuk hal itu pemerintah jangan terlalu dikompromikan dengan alasan budget atau pemotongan anggaran yang selama ini dilakukan.

Sementara anggota rombongan lainnya, yakni Habib Aboe Bakar Alhabsy dari Komisi III menambahkan, tekhnologi teroris yang semakin canggih harus segera disikapi secara serius. Salah satunya dengan penambahan anggaran untuk Brimob maupun Densus.

“Peran Brimob maupun Densus tadi sudah kita lihat secara profesional artinya memang layak mereka mendapatkan itu, tapi kan kemajuan tekhnologi teroris kan semakin tinggi apalagi kalau pakai kimia atau cyber crime,” katanya.

“Tadi kita lihat secara khusus yang menyangkut men wall, kemanusiaannya oke punya. Evaluasinya masih panjang, kita lihat dari banyak sisi,” katanya lagi.

Ia memastikan, masih banyak perhatian, di antaranya sarana dan prasaran yang dinilainya masih kurang maksimal. “Kalau bisa jangan mematikan manusianya. Tapi bisa menyidang mereka agar tahu asal muasal hingga back groundnya kenapa dia (pelaku) melakukan itu. Tapi kalau sudah terjadi apa boleh buat, itu maunusiawi kalo sudah di lapangan,” katanya.

“Kita berharap lebih banyak yang bisa diselesaikan di pengadilan. Terlebih dengan banyaknya kelompok Santoso yang tertangkap di Tinombala dan Poso. Kita apresiasi kinerja Brimob dan Densus 88.” imbuhnya lagi. (khu)

 1,734 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *