Mau Mutasi Mobil Ke Daerah, Eh Ternyata BPKB-nya Palsu

  • Share

 

IMG-20160224-WA000
Kanit Samsat Jakarta Timur AKP Beddy Suwendi dan Pamin TU Iptu Agus saat menginterogasi si pemilik kendaraan yang diduga berkasnya Palsu

JAKARTA, DOL – Pada Selasa (24/2) pagi petugas cek Fisik Samsat Jakarta Timur menemukan kejanggalan data pada Mobil avanza hitam metalik dengan Nomor polisi  B 1439 TFX, dan setelah dicek ke Min STNK Polda Metro Jaya ternyata berkas mobil yang hadir untuk diproses tersebut memiliki data yang tidak sesuai dengan Data Base yang dimiliki oleh Ditlantas Polda Metro Jaya, oleh karena itu berkasnya ditahan dan dilimpahkan ke Min STNK di Jakarta Selatan.

 

“ Pemiliknya atas nama Ganjar warga Pasar Rebo, yang tidak sesuai itu adalah Nomor Rangka dan Nomor Mesin yang melekat pada Berkas si pemilik,jika menurut data yang sebenarnya bahwa kendaraan tersebut milik atas nama PT.Pengakuannya si pemilik kini mobilnya  berada di Polres Tasik. Karena kami pengamanan awal untuk Registrasi Kendaraan jika mendapatkan kejanggalan maka akan dilimpahkan ke Staf Min STNK guna dimintai keterangan lebih lanjut,” Ujar Kanit Samsat Jakarta Timur AKP Beddy Suwendi SIK kepada Deteksionline.com,di Jakarta, Rabu (24/2).

 

Beddy menambahkan bahwa  kasus serupa juga pernah terjadi pada medio Januari lalu, untuk itu ia mengingatkan  kepada warga yang hendak membeli kendaraan baik motor maupun mobil untuk lebih cermat dan bijak.

 

“ Jangan tergiur dengan harga murah kendaraan yang ditawarkan oleh penjual, apalagi jika anda belum kenal. Karena jika anda salah dalam mengambil keputusan maka bukannya kenyamanan yang anda akan dapatkan namun siap-siap saja anda berurusan dengan Hukum yang akan menyita waktu,tenaga dan Dana. Meski sudah berkorban demikian toh tetap saja anda tidak akan pernah bisa mendapatkan kendaraan itu kembali kepada anda karena itu sudah menjadi barang bukti suatu Kasus Kejahatan,” terang Beddy.

 

Kakak ipar dari Pasha Ungu ini tak pernah berhenti menghimbau kepada masyarakat untuk libatkan Anggota Kepolisian khususnya petugas Samsat jika ingin membeli kendaraan.

 

“ Saya bukannya ingin cari muka, namun semata-mata hanya ingin menyelamatkan masyarakat dari ulah penjual kendaraan yang sudah merekayasa berkas administrasi kendaraan tersebut. Saya anggap ini adalah masalah serius karena pastinya akan berlanjut pada suatu tindak Pidana Pemalsuan pasal 263 KUHP,” tegas Beddy.

 

 

 

Oleh : Yori/Dra

 

 1,270 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *