Taufik Koriyanto Siap Praperadilankan Kejati Babel Terkait SP 3 PLTU

  • Share

BABEL, DOL:Taufik Koriyanto selaku tim pengacara untuk mempraperadilankan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) korupsi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Airanyir mengaku ogah menanggapi terlalu berlebihan pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Agus Riswanto SH MH, yang menilai lambannya dalam melakukan langkah praperadilan.

Bagi Taufik, yang mempe20121031_PLTU_Air_Anyir_Bangka_8215rlamban adalah pihak Kejaksaan Tinggi sendiri sebagai pimpinan yang menutup-nutupi salinan SP3. “Kawan-kawan mahasiswa dan LSM sudah meminta secara resmi dan sesuai aturan tetapi sampai detik ini salinan SP3 saja gak dikasih. Juga jangankan salinan SP3 ternyata nomor berapa SP3nya saja tak dicantumkan dalam surat balasan,” kata Taufik enteng.

Taufik menilai sikap yang ditunjukan oleh Agus yang terkesan meremehkan pihaknya justeru menjadi bumerang buruk bagi institusi Adhiaksa. Pihak pengacara dalam konteks SP3 PLTU menurut Taufik sudah bersatu dan siap menggugat.

“Hanya memang kita sedikit terkendala soal administratif saja, seperti salinan dan nomor berapa. Maka dari itu jikalau memang pihak Kejaksaan Tinggi tidak ingin terus terlalu menyakiti hati masyarakat Bangka Belitung, maka segera saja memberikan minimal nomor berapa SP3 korupsi PLTU tersebut,” ujar pengacara muda ini.

Jikalau memang Kejaksaan Tinggi tetap bersikeras tak mau memberikan salinan dan nomor tersebut kata Taufik langkah-langkah hukum di luar praperadilan sedang terus berlangsung. Disebutkan langkah yang sedang ditempuh yakni lapor Ombudsman, KID, Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Insya Allah selama niat kita baik untuk memperjuangkan hajat hidup masyarakat Bangka Belitung pasti ada jalan. Jalan itu sedang kita susuri, dan pasti nanti menemukan jalan sesuai tujuan awal kita yakni memperoleh keadilan hukum,” sebutnya.

Keadilan hukum dunia lanjutnya memang sedang kita perjuangkan. Tetapi keadilan hukum Tuhan terus nampak terbukti krisis listrik di Bangka Belitung terus tak berkesudahan sampai detik ini. “Korupsi pada proyek PLTU yang diharapkan masyarakat dapat teradili melalui Kejaksaan Tinggi ternyata dihentikan begitu saja.

Tetapi keadilan Tuhan terus menunjukan 2 unit mesin terus nyaris tak berfungsi bahkan bukan tidak mungkin sudah jadi proyek gagal,” ungkapnya.
Seperti yang sudah diberitakan, Rabu lalu (2/12) Agus Riswanto menyinggung sampai saat ini belum juga ada upaya praperadilan yang dilakukan oleh tim pengacara, mahasiswa dan LSM.

Dirinya mengaku sedang menunggu-nunggu upaya praperadilan itu. Dengan adanya praperadilan itu baginya mempercepat pihaknya untuk meladeni di Pengadilan Negeri. Agus juga saat itu menyindir tim pengacara terkesan tak mengerti hukum acara pidana terkait objek praperadilan. “Pengacaranya tak ngerti itu objek praperadilannya,” sindirinya…(man)

 574 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *