Sri Retno Dhewanti:Sulit Tolak Keinginan Masyarakat Pro-Perubahan

  • Share
dhewanti
Sri Retno Dhewanti, Cawabup Pacitan

JAKARTA-DOL:Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dipastikan ikut Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 mendatang.

Kepastian tersebut setelah Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, menyatakan bakal pasangan calon yang mendaftar di Kabupaten Pacitan telah diterima KPU Kabupaten Pacitan.

Pasangan calon yang ikut mendaftar adalah Bambang Susanto dan Sri Retno Dhewanti diusung PDI Perjuangan dan Hanura untuk melawan pasangan calon Indartato-Yudi Sumbogo. Pasangan petahana ini diusung Partai Demokrat, PKS, PPP dan NasDem.

Hadar mengatakan, liaison officer (petugas penghubung partai) sudah sampai ke KPU sebelum pukul 16.00, kemudian ditunggu hingga sebelum Magrib tadi, dan kelengkapannya sudah diberikan,” tambah Hadar. “Sah dua pasangan calon yang mendaftar,” tambahnya.

Menariknya, satu di antara pasangan calon tersebut terdapat nama Srikandi Pacitan, yakni Sri Retno Dhewanti, pengusaha properti yang menjadi cawabup.

Ditemui deteksionline.com di Jakarta, pekan silam, wanita ramah ini mengatakan, dirinya maju menjadi Cawabup karena diingini oleh masyarakat pacitan, dia ‘dilamar’ oleh parpol.

“Saya tak bisa menolak keinginan masyarakat yang menginginkan perubahan. Saya merasa dibutuhkan masyarakat. Makanya, walaupun saya stay (tinggal di Jogya) tetapi karena saya asli dari Pacitan, saya terpanggil mewujudlan Pacitan lebih baik,” tandasnya.

Menurut wanita berpendidikan tinggi ini, Pacitan perlu perubahan karena potensi alam belum dikelola secara baik sehingga pembangunan belum maksimal. Untuk memaksimalkan pembagunan harus ada perubahan yang paling mendasar.

“Menurut saya perubahan yang mendasar adalah tentang perekonomian. Sumber daya manusia Pacitan itu saat ini kurang bagus, karena di sana tidak tercipta lapangan pekerjaan dengan baik sehingga penghasilan terbesar itu dari pegawai negeri dan pertanian yang tidak maksimal serta nelayan yang terbelit dengan rentenir. Ini harus dibenahi. Itulah perubahan mendasar,” tegasnya.

Sebenarnya, katanya, program ini sudah ditawarkan sebelum dirinya terpilih. Selama kampanye, banyak menjalankan program nyata, suatu kerja action.. “Ada 11 poin atau program unggulan yang akan saya kerjakan di Pacitan. Nah, itu step by step, walaupun masih tersisawaktu 3 bulan, setidaknya saya sudah action,” ucapnya.

Salah satu program nyata yang sudah dilakukannya adalah pembuatan mesin penjernih air. Dalam hal ini, Dhewanti, ibu beranak dua ini, mengaku bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Alat tersebut sudah ada, tinggal melakukan pemetaan wilayah di sana.

Hebatnya mesin ini, selain mengubah air laut menjadi air tawar yang layak pakai, limbahnya juga dapat menghasilkan garam yang kadarnya cukup baik dan bahkan berkualitas. “Ini bisa menambah penghasilan buat warga,” katanya lagi.

Menjawab pertanyaan soal Pacitan termasuk daerah minus di Jawa Timur, dan bagaimana caranya dia bisa membangun cara berpikir masyarakat agar Pacitan bisa lebih maju dalam jangka pendek ini jika dia terpilih? Dengan lugas wanita yang sudah berhaji ini mengatakan, tidak salah jika dikatakan bahwa Pacitan itu daerah yang minus. Mengapa menjadi minus? Karena pengelolaannya, baik itu soal sumber daya alamnya, sumber daya manusian, selama ini digali tidak maksimal.

“Sekarang ini orang hanya wait and see. Artinya disini butuh keberanian seorang pemimpin,” tegasnya.

Kendati demikian, dengan santun Dhewanti mengatakan bukan berarti ada penjabaran yang salah oleh pemimpin sekarang dalam membangun Pacitan. “Bukan salah, mungkin kurang tepat dan tidak maksimal,” kilah Dhewanti.

Untuk mewaujudkan harapannya, wanita yang lahir pada 30 April 19173 ini menyusun 11 program berlabel ‘Amanah untuk Melayani Rakyat Menuju Perubahan Pacitan Lebih Baik’ di antaranya 1) Pengentasan nelayan dari rentenir solusi pengadaan kampung nelayan, 2) Penawaran air laut menjadi air tawar, 3)Koperasi/lembaga pembiayaan masyarakat bunga lunak, 4) Pemanfaatan daun nilam, 5)Budidaya pertanian dan peternakan, 6) peningkatan transfortasi, 7) Kegiatan anak muda karang taruna, 8) Pentyertaan gender yang berperan pada ibu-ibu, 9) Makan siang gratis, 10) Asuransi kesehatan, 11) Potensi wisata di Pacitan

Menurut Sri Retno Dhewanti yang mempunyai moto hidup ‘ Dengan Iklas Segalanya Akan Dimudahkan’ itu. 11 Program tersebut merupakan program kerja selama kampanye yang sifatnya soasial dari TIM Basudhewa.

Pasangan Dhewanti sebagai Cabup adalah Bambang Susanto yang juga seorang pendidik. (lis/dra)

 1,633 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *