Kasus Bocah Tenggelam di Kolam Global Sevilla School Mandek

img-20160917-wa0027

Gaby gadis cilik yang tewas tenggelam di kolam renang Global Sevilla School, saat pelajaran olahraga berenang setahun lalu. Guru pengajar sudah tersangka tapi belum ditahan dan kasusnya belum disidangkan

JAKARTA, DETEKSIONLINE:—  Gabriella Sheryl Howard (9), murid SD kelas 3, tenggelam Global Sevilla School, Puri Indah, Jakarta Barat ini tewas tenggelam saat pelajaran renang di kolam renang sekolahnya, setahun lalu.

Guru olahraga Ronaldo Laturette, yang saat itu mengajar,  sudah dijadikan tersangka oleh Polres Jakarta Barat. Tapi orangtua bocah cilik itu meradang karena hingga Kamis (15/9) sang guru masih melenggang bebas.

“Saya heran ada apa kok tersangka belum ditahan,” kata Verayanti dan Asip, kepada wartawan.

Kejadiannya sudah ditangani Polres Jakarta Barat dengan no. LP / 1203 /IX / 2015 / PMJ/Restro Jak Bar. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Menurut informasi keluarga korban, hasil otopsi tanggal 14 April 2016 oleh dokter forensik RS. Bhayangkara TK. IR.Said Sukanto, memperkuat kematian Gaby, panggilan gadis itu, karena tenggelam.

Hasil pemeriksaan penyelidik pun telah menetapkan Ronaldo Laturette sebagai tersangka, dan berkasnya sudah dilimpahkan Kepengadilan Negeri Jakarta Barat dengan pasal yang dikenakan pasal 359 KUHP.

“Apakah hukum sudah tidak berlaku lagi bagi orang kecil atau hukum bisa dimainkan oleh orang yang berduit,” tanya orang tua Gaby, panggila gadis cilik itu.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 September 2015 jam.08.10 Wib, saat dimulai pelajaran renang.

Sebanyak 15 murid SD kelas 3 berada di kolam renang ukuran 5m x 25m dengan kedalaman 160cm. Saat itu hanya ada satu guru yang mengawasi, yakni Ronaldo Laturette, sebagai guru sepak bola merangkap guru renang, tanpa dibantu guru lain dan tanpa pengawas kolam renang.

Di saat guru sedang absen murid untuk dites cara berenang, saat panggilan untuk Gaby, tidak ada respon, Gaby dilewatkan dan tes murid lain, sisi lain Gaby sudah mengambang.

Tindakan guru dinilai oleh orang tua korban sangat lalai, karena saat nama Gaby dipanggil dan tidak dapat respon, guru Ronaldo Laturette bukan berusaha mencari Gaby, malah absen dilewatkan untuk murid lain melanjutkan tes renang.

Karena kelalaian Ronaldo Laturette guru sepak bola merangkap guru renang mengakibatkan Gaby meninggal dunia.

“Juga sangat tidak relevan, satu guru mengawasi 15 siswa, keten-tuan sekolah berlaku di sekolah itu, apalagi sekolah mengaku bertaraf internasional,” ujar orangtua korban.

Standar kolam renang ukuran 5m x 25m kedalaman 160cm, se-benarnya dipergunakan untuk SMP, SMA. bukan untuk anak SD tapi dipaksakan oleh pihak sekolah. Ko-lam juga, katanya, tidak dilengkapi Lifeguard (petugas pengawas kolam renang) serta CCTV pemantau juga belum dipasang saat kejadian tenggelamnya Gaby.

Pihak sekolah Global Sevilla School dinilai kurang konsisten karena telah memberikan fakta palsu, jelas hasil outopsi menyatakan kematian karena tenggelam, tapi diisukan Gaby berpenyakit epilepsi.

“Isu itu sangat menyakitkan kami karena sejak kecil hingga kelas 3 SD Gaby belum ada rekam medis berpenyakit Epilepsi. Kenapa ada kelompok yang tega sengaja menyebarkan isu.bahwa Gaby meninggal karena epilepsi,” protes orang tua Gaby.(kh)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*