Kakanwil Kumham Babel Resmikan Lembaga Pemarasyakatan Perempuan

 

kakanwil-2PANGKALPINANG BABEL, DETEKSIONLINE.COM:Kepala Kantor Wilayah Hukum dan Hak Azazi Manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yoseph, B. Ip. meresmikan pemakaian gedung Lembaga Pemarasyakatan Perempuan yang terletak bersebelahan dengan gedung Rubasan di Pangkalpinang pada Rabu (7/3/2018).

Dalam pesannya Yosep mengatakan, dengan sudah ada gedung LPP kelas III. Pangkalpinang yang sekarang sudah ditempatkan haruslah ada persiapan dengan maksimal, semua barang pun wajib steril masuk LPP sehingga benar – benar bersih HP dan Narkoba.

“Warga binaan diminta Jangan mencoba – coba untuk lakukan hal yang tidak terpuji,  membawa barang yang terlarang tidak lupa harus menjaga kebersihan dalam blok,” tegas Yosep.

Dalam kesempatan itu, Kepala LPP kelas III. Pangkalpinang, Nebi Viarleni, AMd., SH, M.H, menyampaikan bahwa atas nama institusi LPP mengucapkan terimakasih kepada Kakanwil Kemen KumHam Bangka Belitung beserta jajaran, para Kepala.UPT dijajaran Kemen KumHam Babel, perwakilan Forkomindo, perwakilan Perbankan, perwakilan Ombusman Babel dan seluruh para tamu undangan,

kakanwil-1

 

“Saya atas nama Kepala LPP Kelas 111 Pangkalpinang mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Bpk Kakanwil KumHam serta semua perwakilan dan semua pejabat yang hadir atas bantuan serta dukungannya yang mana selama ini telah memberi fasilitas selama setahun untuk menempati gedung di Lapas Kelas 11 A Tua Tunu Pangkalpinang,” ujar Nebi dalam sambutannya.

Nebi juga ucapkan rasa sukur kepada Yang Kuasa atas kelancaranpenempatan gedung LPP baru tersebut,

“Yang mana Tasyakuran ini merupakan wujud rasa syukur kami kepada Allah, SWT, atas kelancaran pemindahan/penempatan gedung baru yang telah laksanakan secara bertahap dan puncaknya dan dengan pemindahan WBP pada selasa tanggal 7 Maret 2018,sekaligus memperkenalkan kepada Forkominda, pihak perbankan pemerintah dan swasta sehingga nantinya dapat bekerjasama dalam segala hal yang berkaitan dengan pembinaan WBP, “pungkasnya.

“Sebab tanpa peran serta dan dukungan seluruh masyarakat pembinaan tidak akan berjalan dengan baik,” tambahnya lagi.

“Dimana keberhasilan pembinaan napi tidak lepas dari tiga unsur, para petugas yang berfungsi mengayomi dan membina napi supaya bisa berperan aktif kembali ke masyarakat. Para warga binaan sendiri serta masyarakat dalam hal ini Pemerintah dan swasta sehingga tujuan Pemasyarakatan untuk mengembalikan warga binaan sebagai warga yang baik dan menyadari kesalahannya, tidak mengulangi tindak pidana apapun, “jelas Nebi. (rb/man)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*