Anton Charliyan Dimutasi, Masyarakat Jabar Kehilangan Sosok Kapolda ‘Pemerang’ Radikalisme

IMG-20170907-WA0023

Inilah sosok tegas Irjen Pol Anton Charliyan Mantan Kapolda Jabar membumi dan sangat dicintai masyarakat Pasundan. (Ist)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Surat Telegram Kapolri bernomor ST/2032/VIII/2017 telah menggeser Inspektur Jendral Polisi Anton Charliyan dari jabatan Kapolda Jawa Barat menuju Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol).

 

Kepergian Anton Charliyan dari Jawa Barat menuju Lemdikpol ternyata menyisakan sejuta tanda tanya di kalangan masyarakat Jawa Barat. “Ada apa? Ko’ tiba-tiba di saat program untuk melawan gerakan radikalisme sedang berjalan tiba-tiba dimutasi?” tanya beberapa warga Jawa Barat.

 

Selain itu, masyarakat Jawa Barat mengenal Anton Charliyan sebagai seorang Kapolda yang sangat dermawan, hal itu terbukti dari beberapa program-program Anton Charliyan yang merambah sampai ke pelosok Jawa Barat. Salah satunya adalah Gerakan Berbagi Sebungkus Nasi.

 

Program itu, kata Anton Charliyan adalah kegiatan kemanusiaan yang bertujuan mengetuk hati para dermawan di Jawa Barat agar mau melihat warga yang kurang mampu dan menyisihkan sedikit hartanya untuk berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan.

 

Namun di tengah berjalannya program tersebut, seketika Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian mengeluarkan Surat Telegram bernomor ST/2032/VIII/2017 dan menggeser Irjen Pol Anton Charliyan dari Jabatan Kapolda Jabar ke Waka Lemdikpol. Sontak warga Jawa Barat, tokoh masyarakat, pemuda, dan beberapa Ormas pun angkat bicara.

 

Bahkan tak sedikit di antaranya melayangkan surat keberatan kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta agar mengurungkan niatnya untuk menggeser Anton Charliyan. Namun apa hendak dikata, terhitung sejak Rabu (5-09- 2017) kemarin, di Rupatama Mabes Polri Jenderal Tito Karnavian melantik Kapolda Jawa Barat yang baru Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

 

Kini masyarakat Jawa Barat kehilangan Kapolda yang sangat merakyat dan dermawan. Meski begitu, tidak menyurutkan semangat para tokoh meminta kepada Kapolri agar Anton Charliyan dikembalikan ke Polda Jawa Barat.

 

“Iya, kami berharap agar Kapolri mengembalikan lagi Pak Anton Charliyan ke Polda Jawa Barat. Karena selain warga Jawa Barat, Anton Charliyan adalah pemimpin yang tepat untuk menekan gerakan radikalisme di Jawa Barat,” pinta H Adang Mulyadi SE, Ketua Umum Solidaritas Warga Pribumi (SWAP).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*