Terkait Perintah Penyidikan Saksi Kasus Korupsi BRI, Kajari Jakpus Tunggu Laporan Penuntùt Umum

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com – Belum dilaksanakannya perintah majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, untuk melakukan penyidikan terhadap lima saksi yang diduga terdaftar dalam berita acara pemeriksaan (BAP), terkait penerimaan dana puluhan miliar dalam perkara korupsi di Bank BRI Cabang Jakarta Tanah Abang sebesar Rp 94,5 miliar.

Pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) khususnya bidang pidana khusus (Pidsus) mengatakan masih menunggu laporan penuntut umum. “Kami masih menunggu laporan dari penuntut umum,” ucap Kepala Kejari Jakpus Bima Suprayoga usai acara kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta di Kejari Jakpus, Selasa (26/10/21).

Bahkan saat ditanya pewarta soal kemungkinan ada tersangka baru dia pun, lagi-lagi mengatakan masih menunggu laporan penuntut umum. “Nanti kami masih menunggu laporan penuntut umum,” elak mantan Kasubdit Penuntutan pada Direktorat Pidana Khusùs Kejaksaan Agung RI.

Sekedar untuk diketahui majelis hakim pimpinan Fahzal pernah mengancam akan mengeluarkan penetapan penyidikan dalam perkara itu. “Nanti saya akan membuat penetapan agar orang-orang ini dilakukan penyidikan tindak pidana pencucian uang, biar tau rasa dia,” ucap Hakim Fahzal Kamis 23 September 2021 lalu.

Pasalnya menurut Hakim Fahzal nama-nama seperti Rudi Haryono, Ana Yuliana, Amiola Amanah, Rahmani dan Arianto Romero “diduga” sebagai penerima dana tabungan Briguna dan terdaftar dalam berkas perkara dugaan korupsi sebesar Rp 94,5 miliar.

Munculnya pertanyaan hakim Fahzal itu, setelah kuasa hukum dari masing-masing dari lima terdakwa yakni terdakwa Dirut PT JAK Jasmina Julie Fatima, Max Julisar Indra, Sunarya alias Rian dan Annatasia Rany Nur dan Shinta Dewi Kusumawardhany bertanya kepada saksi Siti Kurniati selaku Auditor Internal BRI dan Endang Kharismawati SIP MBA yang bekerja sebagai pialang asuransi BRINS.

Menurut Jaksa Rama, Amiola sejak awal penyidikan pihaknya sudah mengirimkan surat panggilan namun hingga kini Amiloa tidak datang memenuhi panggilan penyidik pidana khusus Kejari Jakpus.

“Kami sejak awal penyidikan sudah memanggil yang bersangkutan yang mulia, namun Amiola beralasan sedang PPKM dan berada diluar kota,” argumennya. “Kenapa tidak dilakukan upaya lain,” kejar Fahzal, Kamis (23/9/21) lalu.

Kemudian Hakim Fahzal juga mempertanyakan nama Rahmani, lagi-lagi Jaksa Rama menjelaskan telah memanggil Rahmani akan tetapi dia juga tidak muncul dihadapan penyidik Pidsus Kejari Jakpus.

Lucunya lagi, saat Hakim Fahzal menyebut identitas Ana Yuliana maupun Arianto Romeo dalam berkas perkara Jasmina dan kawan-kawan, “Siapa itu Ana Yuliana dan Arianto Romeo,” ucap Fahzal. “Kami tidak tau yang mulia,” jawabnya.

“Kenapa tidak tau, kan nama-nama mereka ada dalam berkas perkara ini?. Pemeriksaan tebang pilih ya ?” tanya Hakim, yang langsung di jawab spontan oleh jaksa , “tidak yang mulia,” tegas Jaksa yang biasa dipanggil Rama

Di ruang persidangan Hakim Fahzal menyebutkan alasan dirinya menyebutkan nama Amiola Amanah. Sebab didalam buku rekening miliknya terdapat aliran dana sebesar Rp 2,1 miliar. Kemudian saksi Rahmani terdapat dana segar senilai Rp 8,8 miliar dan Arianto Romeo sejumlah Rp 6 miliar.

Sehingga Hakim Fahzal meminta Jaksa Penuntut Umaum (JPU) agar segera menerbitkan surat penyidikan kepada nama-nama tersebut. “Jika tidak dilakukan penyidikan kami akan buat penetapan, silahkan saja coba-coba bermain,” ancam Hakim. (Ramdhani).

 232 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *