Setubuh Istrinya, Alasan Pelaku Tembak Mati Pengobatan Alternatif Di Tangerang

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang pengobatan alternatif Alex yang ditembak mati oleh orang tak dikenal didaerah Tangerang, pada tanggal 18 September 2021 lalu.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, tiga tersangka berhasil diamankan ditempat yang berbeda – beda. Mereka diantaran berinisial M, K dan S. Sementara satu tersangka berinisial Y masih dalam pengejaran petugas alias DPO polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal usai polisi memeriksa hasil rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi yang melihat saat insiden penembakan itu terjadi.

“Alhasil dari rekaman CCTV dan keterangan saksi itu, maka polisi amankan tersangka M, yang tak lain adalah inisiator dalam aksi penembakan terhadap korban yang belakangan diketahui berprofesi sebagai pengobatan alternatif tersebut,” kata Yusri saat menggelar press release di Mapolad Metro Jaya, Selasa, (28/09/2021).

Berangkat dari keterangan tersangka M ini, lalu pada tanggal  27 September, polisi kembali mengamanka  dua orang tersangka berinisial K dan S. Dalam menjalankan aksinya, ketiga tersangka ini mempunyai perannya masing – masing.

“Jadi eksekutornya adalah tersangka K. Saat itu tersangka K mendatangi korban dengan jarak dua meter dan melakukan penembakan, lalu tersangka K melarikan diri menggunakan kendaraan roda dua yang telah ditunggu oleh tersangka berinisial S,” terang Yusri.

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif dari aksi ketiga pelaku ini adalah dendam pribadi terhadap korban.

Tak hanya itu saja, bahkan rasa dendam itu mencuak beber Yusri, lantaran pada tahun 2010 lalu istri tersangka M ingin memasang susuk dengan meminta bantuan kepada korban. Sebab, korban memang terkenal sebagai pengobatan alternatif sejak 20 tahun silam.

“Akan tetapi, bukan hanya memasang susuk pada istri tersangka M, namun korban malah melakukan setubuh dengan istri tersangka M,” terang Yusri.

Tiga Tersangka Pembunuha Terhadap Korban Alex Di Tangerang pada Tanggal (18/09/2021) lalu

Kejadian setubuh istri tersangka M dan korban Alex sempat tak mengakui oleh istri tersangka M selama dua tahun. Belakangan, tersangka M mendapat bocoran lewat SMS yang diterima tersangka bahwa adanya terjadi persetubuhan antar istrinya dengan korban.

Mengetahui kejadian itu, lalu tersangka M meminta pengakuan dari sang istri. Namun istri M tak mengakui dan malah memilih tutup rapat-rapat aib yang telah dilakukan bersama korban beberapa tahu lalu itu.

“Pada saat M dan istri menunaikan haji, barulah istri tersangka M ini, mengaku memang betul kejadian pada 2010 pada saat dia berobat ke sana,”timpal Yusri.

Kepada suaminya M, istrinya berdalih, bahwa persetubuhan itu terjadi lantaran ia tak menahan bujuk rayuan dari sang korban maka terjadilah persetubuhan. Bahkan persetubuhan itu dilakukan korban dengan istri tersangka M berawal di rumah korban, dan kedua berpindah ke salah satu hotel yang terdapat di daerah Tangerang.

“Inilah yang menimbulkan dendam M untuk menghabisi si korban. Ditambah lagi, dengan adanya cerita bahwa kakak kandung istrinya pun meninggal dunia, juga korban yang sama, ini menurut pengakuan dugaan dari pada cerita si tersangka M itu,”ujar Yusri.

Sementara satu tersangka yang menjadi DPO berinisial Y, perannya adalah sebagai penghubung untuk mencari eksekutor korban dengan bayaran yang dikeluarkannya senilai Rp60 juta rupiah. Dari nilai 60 juta itu, 50 juta untuk eksekutor dan Rp10 juta untuk tersangka Y yang sekarang menjadi DPO polisi dalam kasus pembunuhan terhadap korban Alex tersebut.

Kepada tersangka Y kami kasih waktu 3×24 jam untuk segera menyerahkan diri kepada Polda Metro Jaya atau Polres Tangerang Kota.

“Sebab kami sudah tahu identitasnya. Saat ini tim masih bergerak di lapangan, kami akan tindak tegas,” tutupnya.

Atas perbuatannya itu, para tersangka ini dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.(Gomes).

 280 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *