Diduga Tanahnya DiSabotase, Ahli Waris Pertanyakan Keberpihakan Lurah Jatinegara

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com –  Mafia tanah dinegeri ini masih merajalela, dari perorangan hingga berbadan hukum, baik  itu dari pihak swasta, maupun pemerintah.

Sementara itu, presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal kepemimpinannya, telah menekankan kepada aparat penegak hukum, untuk memberantas terhadap mafia tanah. Mengutip dari pernyataan menteri agraria, Sofian Djalil pada (11/12/2020) lalu mengatakan bahwa, mafia tanah di Indonesia saat ini sangat luar biasa.

Para mafia tanah itu sebut Sofian, adalah penjahat yang ingin menguasai tanah rakyat dengan cara apa saja bahkan mereka dapat menghalalkan dengan segala cara.

Advokat senior Zainal Abidin menuturkan, apa yang disampaikan menteri agraria ini terbukti. Sebab, hari ini tanah kliennya diklaim oleh Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Pemukiman Kawasan Pulo Gedung (UPK PPUMKMP) dengan cara membentuk opini atau isu atau berita bohong terkait kepemilikan tanah seluas 2.150 M2 itu tanpa alas hak yang sah. Sedangkan ahli waris Enon Binti Paro memiliki bukti kuat berupa girik C No. 1500 persil No. 51.

“Saya katakan pihak UPK PPUMKMP membuat isu atau berita bohong, karena terkait kepemilikan tanah seluas 2.150 M2 milik Enon Binti Paro. Karena hingga detik ini mereka tidak pernah mau menunjukan surat sertifikat HPL No.4 tahun 2010 yang menurut mereka berisikan keterangan bahwa tanah tersebut milik atau dalam kekuasaan UPK PPUMKMP,” tegas Zainal.

Zainel menjelaskan, sebelumnya pihak klienya, telah mengirimkan surat permohonan mediasi kepada Walikota Jakarta Timur pada tabggal 1 Agustus 2021 lalu. Mediasi ini kata Zainal, agar masalah ini dibuka secara terang benderang, oleh masing – masing pihak agar membawa bukti – bukti kepemilikan tanah.

“Hal ini penting, agar harapan atau instruksi presiden terkait basmi Mafia tanah dapat ferlaksana dan rakyat tak tersakiti,” timpal Zainal.

Tanah seluas 2.150 M2 yang terletak di Kelurahan Jatinegara, Jakarta timur, DKI Jakarta ini, menurut Zainudin bin Dijirin (ahli waris pemilik pertama) ini, dibeli oleh  H. Dogol alias Muchtar pada 19 November 1962 silam dan diatasnamakan Enon Binti Paro (Isterinya Muchtar).

“Bahkan, tanah ini tercatat di buku C Kelurahan Jatinegara No. 1500 persil No. 51 yang merupakan pecahan dari girik No. C.904 atas nama Djirin bin Djeli sebagaimana masih tercatat dikantor pajak,” terangnya.

Senada dengan Zainudin, Zahrudin ahli waris dari Alm Muchtar (ayahnya) Zahrudin Tanah yang sebenarnya PD. Sarana  Jaya bebaskan atas nama Enon Rihani Seluas 2.738 M, yang saat ini, berada di sertifikat induk 00958 Di Perumahan Jatinegara Indah (JI)  bukan di HPL 4 Jatinegara.

Sementara itu, lurah Jatinegara Slamet Sihabudin, melalui whatsaapnya saat dikonfirmasi Rabu 08/09/2021 mengatakan, tanah seluas 2.150 M2 tersebut, milik PIK. Padahal, ahli waris memiliki bukti – bukti kuat kepemilikan tanah yang diakui oleh UPK PPUMKMP.

Hal ini kata Zainudin, patut dipertanyakan ada apa dengan lurah Jatinegara. Dimana, tanpa memiliki bukti selembar surat, dan pak Lurah berani mengatakan bahwa, tanah tersebut milik PIK. Semestinya, seorang pelayan masyarakat beber Zainudin, menengahi dan memanggil semua pihak untuk mediasi agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

“Bukan justru berpihak kepada salah satu pihak tanpa melihat bukti – bukti yang ada,” tutupnya. (Rukmana).

 319 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *