Hentikan Penyekatan 100 Titik Mobilitas Usai PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Penjelasan Polda Metro

  • Share

JAKARTA,Deteksionline.com – Polda Metro Jaya, meniadakan 100 titik penyekatan mobilitas masyarakat, usai PPKM Level 4 resmi diperpanjang sampai 16 Agustus 2021 mendatang.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Sambodo Puromo Yogo mengatakan, setelah ditiadakan 100 titik penyekatan mobilitas masyarakat itu, pihaknya akan menggantikan dengan tiga sistem pengendalian.

“Pertama, diberlakukan ganjil genap, kedua pengendalian mobilitas masyarakat dengan cara melakukan patroli 24 jam, ketiga melakukan rekayasa lalu lintas,” kata Sambodo, saat menggelar pres release di Gedung TMC Polda Metro Jaya, Selasa, (10/08/2021).

Untuk sistem pengendalian Ganjil Genap sendiri kata Sambodo, akan diberlakukan mulai pukul 06.00 sampai pukul 20.00 WIB, dan dieterapkan di 8 titik antara lain jalan Sudirman, jalan MH Thanrin, jalan Merdeka Barat, jalan Majapahit, jalan Gajah Mada, jalan Hayam Wuruk, jalan Pintu Besar Selatan, dan jalan Gatot Subroto.

“Artinya, pada tanggal genap, maka kendaraan yang melintas pada jalan tersebut adalah kendaraan roda empat yang berplat genap,” tambahnya.

Sementra pengendalian mobilitas dengan sistem patroli 24 jam beber Sambodo, akan diberlaku di 20 titik. Mulai dari sepanjang jalan Sudirman-Thamrin, sepanjang Jalan Sabang, sepanjang jalan Bulungan, jalan Asia Afrika-Tanjakan Ladogi, Banjir Kanal Timur, Kawasan Kota Tua, Kawasan Kelapa Gading, jalan Kemang Raya, Masjid Al Akbar Kemayoran, Sunter, Jatinegara, Jalan Pintu 1 TMII.

“Selanjutnya kawasan PIK, Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, jalan raya Bogor, jalan Maujen Sutoyo (Cawang PGC), Otista-Dewi Sartika, Warung Buncit-Mampang Prapatan dan Ciledug Raya,” tambahnya.

Untuk pengendalian mobilitas masyarakat dengan sistem rekayasa lalu lintas kata Sambodo, sifatnya situasional, jika terjadi kepadatan lalin atau kerumunan masyarakat.

“Artinya, jika¬†terjadi kepadatan lalu lintas atau kerumunan masyarakat yang berpotensi menimbulkan pelanggaran protokol kesehatan, petugas di lapangan akan menerapkan sistem pengendalian rekayasa lalu lintas,” timpalnya.

Sambodo mengkalim, tiga sistem pengendalian ini diberlakukan berdasarkan hasil evaluasi pihaknya, dalam rangka mengurangi angka penyebaran Covid-19 di tanah air khusysnya do Wilayah DKI Jakarta.

“Untuk lebih masif lagi kita melaksanakan kegiatan vaksinasi yang sampai dengan hari ini 95,13% masyarakat Jakarta sudah dilakukan vaksinasi pertama. Mudah-mudahan ini yang bisa membantu kita Jakarta ini bisa menjadi sehat dan aman,”tutupnya. (Gomes).

 118 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *