Dua Tokoh Palestina Layak Diberi Tanda Kehormatan

  • Share
HNW sapaan akrab Hidayat menuturkan,  dua tokoh tersebut memiliki banyak peran dalam membantu perjuangan Indonesia mendapatkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Mereka juga membantu Indonesia mendapatkan pengakuan atas kemerdekaan dari negara-negara Arab.Ali Taher yang merupakan  pemilik perusahaan media massa dan saudagar asal dari Tepi Barat, Palestina, membantu menyosialisasikan perjuangan kemerdekaan melalui media-media yang dimilikinya.

Berkat kebaikannya, perjuangan kemerdekaan Indonesia bisa didukung oleh masyarakat luas dan pimpinan negara-negara di Arab. Taher  juga  menyumbangkan tabungan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan, As Sayyid Al Amin Al Husaini, Mufti Palestina, merupakan salah satu tokoh yang mengumandangkan kemerdekaan Indonesia kepada dunia melalui Radio Berlin berbahasa Arab, meski saat itu ia dalam pengasingan. Sayyid juga aktif melobi banyak pimpinan di negara-negara Arab untuk mengakui dan membela Indonesia Merdeka.

Kedua tokoh tersebut, ujar HNW, ditemui oleh Bung Hatta dan H Agus Salim saat deklarasi pengakuan Indonesia merdeka oleh negara-negara Arab, di Kairo, Mesir.

“Dulu Bung Karno dikabarkan sempat berinisiatif untuk memberikan tanda kehormatan kepada Ali Taher asal Palestina tersebut, tetapi belum terlaksana. Sekarang saat yang tepat bagi Presiden Jokowi untuk meneruskan hal tersebut, dengan memberikan penghargaan kepada M Ali Taher juga kepada As Sayyid al Amin alHusaini yang diundang Bung Karno untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika di Bandung, tahun 1955,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2021).

Pemberian bintang kehormatan itu, ujar HNW, perlu dilakukan sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan kepada mereka yang secara lintas bangsa terlibat intensif dan berjasa besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, pemberian bintang kehormatan sebagai tanda komitmen Indonesia membantu perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Pemberian penghargaan itu akan meningkatkan posisi Indonesia di mata Palestina dan menyemangati perjuangan mereka untuk mendapatkan kemerdekaa,” tambah HNW.

Menurut Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), itu,  pemberian tanda kehormatan kepada warga negara asing (WNA) yang berjasa bagi Indonesia sangat dimungkinkan sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan beserta aturan turunannya. Ketentuan Pasal 38 ayat (1) secara tegas menyebutkan bahwa “tanda jasa dan/atau tanda kehormatan dapat diberikan kepada WNA’.

Selain itu, Pasal 38 ayat (2) menegaskan bahwa pemberian tanda jasa dan/atau tanda kehormatan kepada WNA harus memenuhi (a) kesetaraan hubungan timbal balik kenegaraan; dan/atau (b) berjasa besar pada bangsa dan negara Indonesia.

“Saya kira pemberian tanda kehormatan kepada dua tokoh asal Palestina itu sudah memenuhi kualifikasi tersebut. Yakni  berjasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Dan juga melaksanakan ajaran Bung Karno; Jas Merah, dengan melanjutkan dan merealisikan apa yg sudah diniatkan Bung Karno, memberikan penghargaan kepada pejuang Palestina yang berjasa bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia, M Ali Taher dan As Sayyid  Al Amin Al Husaini,” pungkas HNW. (dra)

 156 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *