Banyuwangi Hadirkan Sensasi Makan di Tepi Sungai

  • Share

BANYUWANGI. Deteksionline.com – Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi menggelar sebuah festival kuliner di sebuah dam sungai yang apik, kegiatan ini bernama Oling River Food Festival.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, MM dalam sambutannya mengatakan, Festival ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi Oling River Food yang ada di kecamatan Tegaldlimo.

“Tujuan lainnya menggairahkan potensi olahan oling menjadi masakan khas Banyuwangi serta menggerakkan usaha kecil,” ujar Guntur dalam sambutannya, Rabu (7/4/2021).

Pihaknya juga menambahkan, Oling River Food ini memberikan peluang untuk usaha kecil mengembangkan potensinya.

Festival tersebut berlangsung di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo. Sambil menikmati keindahan dan kebersihan sungai di kawasan Dam Limo, pengunjung diajak menikmati makanan khas setempat, yakni ikan sidat, yang biasa dikenal dengan oling oleh penduduk setempat.

“Saya sudah mendengar lama bahwa oling adalah salah satu ikan yang gizinya sangat luar biasa dan merupakan kesukaan masyarakat yang ada di luar negeri khususnya Taiwan, Jepang, dan Korea. Oleh karena itu, ini adalah kesempatan dan peluang yang baik bagi kita semua untuk bersama-sama memamerkan makanan khas Indonesia khususnya di Tegaldlimo,” ujar Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah saat membuka Oling River Food Festival, Selasa (6/4/2021).

Banyuwangi sendiri dikenal sebagai daerah pengekspor sidat skala besar ke negara Jepang. Di Jepang, sidat biasa dikenal dengan Unagi.

“Warga Dam Limo mengajak wisatawan untuk merasakan sensasi menikmati Unagi dengan citarasa khas Indonesia di sebuah areal dam di pinggir sungai yang bersih,” kata Sugirah.

Sugirah mengungkapkan, Dam Limo merupakan salah satu tempat ladangnya ikan untuk berkembang biak. Dia mengharapkan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas PU Pengairan, dan Dinas Lingkungan Hidup bisa bersinergi menjaga kebutuhan air dari hulu hingga hilir.

“Menjaga sumber mata air itu penting karena ketika hulu diurus dengan sembrono maka akan merusak budidaya perikanan. Mari kita bekerjasama dengan stakeholder terkait untuk menanam pohon terutama di daerah-daerah tepian sungai yang tidak produktif. Terkait budidaya, kalau airnya tidak memadai maka itu akan nihil. Kita bisa bicara kemajuan teknologi pertanian, tapi kalau air untuk kebutuhan pertanian tidak ada maka itu juga bohong,” kata Sugirah.

Penulis: M Nur Wahid

 

 45 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *