Muhammad Uhaib As’ad : Demokrasi Sistem Yang Terbaik Untuk Memilih Presiden 2024

  • Share

Jakarta,deteksionline.com-Pilpres 2024 masih 3 tahun lagi, akan tetapi tabuh gendang sudah dibunyikan, ada beberapa Calon Presiden untuk 2024 yang nantinya akan berlaga di panggung Pesta demokrasi rakyat Indonesia.

Trauma rakyat belum hilang, karena selama 32 tahun Indonesia dipimpin secara otoriter di masa Orde Baru (Orba) yang Presidennya adalah Suharto.

Setelah runtuhnya Orba dan disusul era reformasi Indonesia mengadopsi sistem Demokrasi.

Menurut pengamat politik FISIP Uniska MAB.Muhammad Uhaib As’ad menyampaikan, bahwa demokrasi yang dipraktekkan selama ini adalah demokrasi yang sangat kompromis.

Hal ini menjadikan demokrasi di Indonesia tidak kenal oposisi, yang adalah kekuatan penyeimbang. Dan dalam Demokrasi yang kompromis inilah yang membuat subur praktik  politik transaksional.

Pemimpin nasional hasil demokrasi saat ini, walapun dipimpin seorang Sipil, tapi prateknya lebih otoriter dari pada pemimpin yang berasal dari meliter.

Jadi dikotomi pemimpin militer atau sipil tidak relavan lagi, karena pemimpin sipil juga bisa bertindak lebih otoriter.

“Pilpres 2024 sebaiknya diikuti minimal 3 pasangan agar  bisa meminimalisir polarisasi di masyatakat seperti pilpres 2019 yang masih terasa sampai hari ini,” harapnnya, Jumat (2/4/2021).

Pada pilpres 2024 nanti akan muncul beberapa Calon Presiden seperti Prabowo, Anies, Ganjar dan AHY. Sementara untuk calon  Wapres ada pigur seperti Puan Maharani, Risma, Gatot Nurmantyo.

“Bila Anies dipasangkan dengan Gatot Nurmantyo akan banyak dapat dukungan. Kenapa hal ini terjadi, karena Anies sangat populer di kalangan milenial dan dia seorang yang relegius,” jelasnya Uhaib As’ad.

Ia melanjutkan, bahwa Jokowi juga masih punya kepentingan terhadap siapa yang akan menjadi Presiden setelah dia tidak menjabat jadi Presiden.

Dan jokowi sepertinya menginginkan Muldoko menjadi Presiden 2024 untuk meneruskan kebijakan-kebijakan Jokowi.

“Saya yakin Jokowi akan menyiapkan penggantinya pada pilpres 2024. Hal ini tentu wajar bagi seorang mantan Presiden agar kepentinganya bisa terselamatkan,” pungkasnya…(Budi S)

 246 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *