Polisi Diminta Selidiki Meninggalnya Salah Satu Karyawan di PT. Shinta Woo Sung Dalam Laka Kerja

  • Share

SERANG, deteksionline.com- Salah seorang karyawan PT Shinta Woo Sung meninggal dunia diduga dalam kecelakaan kerja di pabrik, Selasa (16/2/2021).

Mendapat informasi ada karyawan ywng meninggal dalam laka kerja, beberapa awak media mencoba mendatangi pihak manajemen perusahaan PT Shinta Woo Sung untuk melakukan konfirmasi, namun pihak sangat disayangkan pihak perusahaan yang berkedudukan bungkam dan tidak bersedia ditemui, Jumat (19/2/2021).

Kedatangan awak media termasuk Deteksionline, ingin memastikan peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di pabrik yang terletak di Kampung Sangereng, Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabulaten Serang itu komplit sesuai aturan atau tidak.

Pasalnya ada dugaan bahwa pihak perusahaan tidak menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta minimnya BPJS baik kesehatan maupun ketenagakerjaannya.

Sementara Ketua PUK SP TSK SPSI Hery, membenarkan jika K3 diperusahaan ini belum begitu maksimal. Dan dengan adanya kejadian seperti ini, mudah – mudahan manejemen perusahaan bisa memprioritaskan.

“Kami sudah sering membahas ini dengan manajemen perusahaan agar semua pekerja didaftarkan ke BPJS,” jelas Hery, saat ditemui di kantornya, Jum’at (19/2/2021).

Lanjut Hery, bahwa HRD tidak bisa ditemui dengan alasan masih sibuk.

“Kami mohon maaf untuk saat ini pihak manajemen perusahaan belum bisa menemui rekan-rekan wartawan dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya, ucapnya”

Terpisah, Ketua DPD LSM Penjara Banten Rasmidi menyampaikan harusnya kedatangan rekan-rekan media ke PT Shinta Woo Sung diapresiasi dengan baik oleh manajemen perusahaan, agar pemberitaan dilapangan dapat seakurat mungkin, dimana akuratnya isi berita harus melalui proses konfirmasi dari pihak terkait sehingga

“Sangat di sayangkan pihak Manajemen tidak mau menemui media, harusnya ada i’tikad baik, malah menutup diri ketika di konfirmasi”, terang Rasmidi.

Lajut Rasmidi, untuk BPJS Kesehatan itu sudah jelas merupakan asuransi yang menerapkan sistem gotong royong, yaitu yang sehat membantu yang lemah, dan BPJS juga akan membantu peserta yang mengalami sakit hidup atau penyakit besar, seperti thalassemia, ginjal kronis, kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya yang tidak ada di asuransi lain.

“Kalau perusahaan tidak memasukkan pekerjanya, saya rasa itu salah besar perusahaan, dan sudah selayaknya PT. Shinta Woo Sung mendapatkan sanksi dari pihak yang terkait,” jelasnya, Sabtu (20/2/2021).

Rasmidi meminta kepada pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan atas meninggalnya salah satu karyawan di PT. Shinta Woo Sung yang diduga akibat kecelakaan kerja tersebut … (hidayat).

 272 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *