by

Biaya Buat Surat Tanah 3 Jt, Camat Lubuk Besar : Kita Akan Telusuri

Koba, deteksionline.com– Adanya pemungutan pembuatan Surat Kepemilikan Tanah (SKT) di RT 23 Dusun Nadi Desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Koba yang meresahkan warga karena harus membayar 3 Juta Rupiah untuk Satu Kapling, Camat Lubuk Besar berjanji akan menelusuri permasalahan itu.

“Waalaikum Salam pak,
Nanti kami telusuri permasalahan tersebut. Trims infonya pak.🙏🙏”, kata Camat Lubuk Besar Hervian saat menjawab konfirmasi Deteksi Online, Selasa (19/1).

Sebelumnya telah diberitakan, Warga RT 23 Dusun Nadi, Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, sangat resah karena biaya pembuatan Surat Kepemilikan Tanah (SKT) di Dusun Nadi Desa Perlang sangatlah mahal mencapai Rp 3.000.000,- untuk Satu Kapling Tanah yang mereka tempati,  apalagi saat ini masyarakat sudah susah karena Covid-19.

Seperti yang dikeluhkan salah satu warga RT 23 Dusun Nadi Desa Perlang, Jesvensius mengaku, aturan pungutan yang diterapkan oleh Kades Perlang itu sangat memberatkan warga karena itu tidak ada dasarnya.

“Aturan pungutan biaya yang diterapkan Pemerintah Desa Perlang sangat memberatkan kami dan terkesan sangat memberatkan warga”, kata Jesvensius kepada awak media, Selasa ( 19/1).

Selain itu Pemerintah Desa Perlang mengharuskan warga yang menempati lahan Kapling Ex Koba Tin tersebut di haruskan membayar 10.000/meter persegi, melalui Ketua RT 23 Achuan.

“Saya sekarang sudah membayar Rp 3.000.000 (Tiga Juta Rupiah) itu kerena saya merasa di intimidasi, kerena ada pernyataan dari Ketua RT 23 Achuan”, sebut Jesvensius.

Parahnya lagi, sudah membayar dengan nominal besar SKT nya hanya sampai Kepala Desa padahal dijanjikan sebelumnya oleh ketua RT 23 dengan nominal tersebut, legalitas status lahan  sudah sampai tingkat kecamatan, tetapi nyatanya hanya sebatas di tingkat Desa.

” Pihak Desa melalui RT 23 berjanji bayar Rp 3000.000,- sudah sampai Camat, ternyata hanya sampai Kepala Desa”, terang Jesvensius kembali.

Hal yang sama juga dialami Yono warga RT 23 Dusun Nadi Desa Perlang, sudah membayar 6 Juta untuk 2 Kapling, tetapi Surat Tanahnya hanya di tanda tangani oleh Kepala Desa Perlang Rusliyadi.

“Bahwa saya juga mengalami hal yg serupa,, saya ambil Dua Kapling dan harus membayar Rp 6.000.000  ( Enam juta rupuah)  tapi hanya sebatas legalitasnya sebatas tingkat desa,  untuk  biaya surat kepimilikan SKT ketingkat kecamatan saya harus mengeluarkan dana lagi”, tutur Yono memelas.

Ketua RT 23 Achuan ketika dikonfirmasi menjelaskan,  terkait biaya tanah kavling ,  “Saya  hanya menjalankan  perintah dari atasan saya (pak Kades) dan uang dari hasil pungutan itu pun berserta bukti kwitansi  jual beli  masih ada tersimpan sampai saat ini, kerena uang tersebut  nantinya akan kita gunakan untuk pembangunan RT 23,  kalau ada keluhan Tolong masyarakat sampaikan langsung”,  kata Achuan Ketua RT 23.

Sementara itu Kades Desa Perlang  Rusliyadi mengatakan terkait biaya Surat Tanah mengatakan bahwa,  “Tanah Kapling Dusun Nadi yang sudah di tempati  warga RT 23  adalah aset Dusun Nadi, dan sudah sepantasnya warga harus membayar sesuai dengan apa yang sudah di tentukan dalam rapat  Desa, ini juga   mengatisipasi agar tidak adanya   jual beli lahan secara elegal dengan di lengkapi berita acara rapat”, kata Kades.

(Wantoni)

 192 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed