by

Kiat Guru Dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Puri Handayani, S.Pd, Guru SMP Daya Utama

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kiat adalah akal ( seni atau cara ) melakukan atau taktik, cara yang dianggap tepat untuk melakukan sesuatu. Sedangkan definisi motivasi belajar secara umum adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

Motivasi berasal Bahasa latin yaitu kata movere yang memiliki arti dorongan di dalam diri seseorang untuk dapat bertindak sehingga mencapai tujuan tertentu. Motivasi adalah hasrat, dorongan dan kebutuhan seseorang untuk dapat melakukan aktivitas tertentu. Sehingga motivasi diartikan sebagai kekuatan yang mendorong tindakan menuju suatu tujuan.
Dalam mengetahui tingkat motivasi belajar pada siswa terdapat beberapa indikator motivasi belajar siswa meliputi:

  1. Ketekunan dalam belajar
    2. Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar
    3. Ulet dalam menghadapi kesulitan
    4. Mandiri dalam belajar
    5. Keinginan berhasil dalam belajar
    6. Reward/pujian/penghargaan.

COVID-19 telah menjadi pademi, sehingga pemerintah di bebagai negara telah menerapkan lockdown atau karantina. Pengertian karantina menurut UU Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan adalah pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit menular sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan meskipun belum menunjukkan gejala apapun untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke orang di sekitarnya (UU No 6 tahun 2018).

Kegiatan pembelajaran harus tetap dilaksanakan walaupun tidak tatap muka secara langsung tapi secara online. Hal tersebut membuat sekolah dan guru harus menyesuaikan segala aspeknya dalam pembelajaran jarak jauh. Terlebih khusus guru yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh harus bisa menjadi kreatif dan inovatif dalam membangun motivasi belajar siswa. Motivasi siswa akan sangat berbeda jika pembelajaran tatap muka secara langsung dikelas dengan pembelajaran tatap muka secara online di rumah. Kesulitan yang dihadapi dalam pembelajaran jarak jauh akan banyak ditemukan. Perbedaan karakteristik siswa misalnya dari status ekonomi, etnik, kultural, status sosial, perkembangan kognitif, kemampuan/pengetahuan awal, gaya belajar, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, perkembangan motorik,  minat dan motivasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah motivasi belajar yang berbeda-beda dan bagaimana kiat guru untuk membuat motivasi belajar siswa tetap tinggi selama pandemic covid-19.

Berawal dari internal guru sendiri yang harus kreatif dan inovatif dalam memberikan materi serta tugas kepada siswa. Guru harus banyak belajar mengenai teknologi dalam pembelajaran atau yang kita kenal sebagai pendekatan TPACK dalam pembelajaran abad 21. TPACK merupakan pendekatan pembelajaran yang sangat relevan di masa pembelajaran daring saat ini. Hal ini karena pendekatan TPACK memadukan aspek pengetahuan, cara membeljaarkan, penguasaan materi sesuai bidang, dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Dalam menyajikan materi guru harus memanfaatkan aplikasi dan platform yang mudah di akses oleh siswa. Salah satu contohnya adalah membuat media pembelajaran melalui power point, video animasi, modul, dan lain-lain yang diunggah di Google Classroom atau Youtube.

Salah satu kiat guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah dengan melaksanakan tatap muka secara online menggunakan platform Zoom atau Google Meet. Namun hal yang menjadi kendala adalah status ekonomi siswa yang berbeda-beda. Kepemilikan smartphone dan kuota internet yang tidak selalu tersedia. Selain itu platform tersebut menghabiskan cukup banyak kuota. Sedangkan kuota internet yang diberikan oleh pemerintah hanya bisa digunakan pada aplikasi tertentu. Namun jika siswa mampu melaksanakan pembelajaran tatap muka secara online dalam platform Zoom atau Google Meet maka guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan matang. Sehari sebelumnya guru harus memberitahu kepada siswa dengan memberikan motivasi dengan kata-kata bagus untuk meningkatkan motivasi belajar siswa keesokan harinya. Jika siswa nyaman dengan gurunya makan biasanya siswa akan lebih semangat dalam melaksanakan pembelajaran. Selain itu pada saat guru melakukan tatap muka secara virtual juga harus bisa memilih model pembelajaran yang tepat yang mampu membuat siswa aktif serta semangat mengikuti pembelajaran. Serta memberi pujian atau reward kepada siswa yang aktif dan tepat waktu dalam mengumpulkan tugas. Karena jika siswa nyaman dengan gurunya maka akan lebih mudah membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar dimanapun.

Kiat guru dalam membangun motivasi siswa selama pandemi covid-19  selanjutnya adalah menggunakan platform yang banyak digunakan oleh siswa, yiatu platform Tik Tok dan Instagram. Platform tersebut merupakan platform yang banyak digunakan oleh generasi Z disebut generasi internet. Generasi Z merupakan orang yang lahir rentang tahun kelahiran 1998 sampai 2010. Mereka adalah generasi yang sudah akrab dengan teknologi dengan gadget yang canggih yang secara tidak langsung berpengaruh kepada keperibadian mereka. Menurut data Napoleon Cat, pada periode Januari sampai Mei 2020, pengguna platform Instagram di Indonesia mencapai 69,2 juta pengguna. Menurut Hotsuite, pengguna intenet di Indonesia pada periode Januari 2020 adalah 175,4 juta pengguna, untuk platform Tik Tok digunakan 25% pengguna sosial media, berarti 43,75 juta yang menggunakan platform Tik Tok.

Dari data tersebut membuat guru menjadi lebih keatif dalam memberikan tugas kepada siswa. Misalnya tugas membuat video tutorial membuat masakan (Tata Boga/ Prakarya), praktek senam ( PJOK), procedure text (Bahasa Inggris), simulasi pemuda Pancasila (PPKN), Presentase suatu materi (semua mata pelajaran), dan lain-lain. Jika tugas yang diberikan guru kepada siswa berhubungan dengan platform yang siswa suka dan biasa digunakan hampir setiap hari maka mereka akan lebih termotivasi dalam mengerjakan tugasnya dan akan meningkatkan hasil evaluasinya. Selain itu tugas tersebut merupakan penilaian keterampilan yang sangat sesuai dengan pembelajaran abad 21 dimana lulusan siswa harus menghadapi dunia pekerjaan yang tidak jauh dari teknologi. Selain itu juga akan menghasilkan siswa yang lebih kreatif dan inovatif karena menciptakan sesuatu.

 

(Contoh tugas Mata Pelajaran Prakarya melalui platform Tik Tok)

Pada pembelajaran online, peserta didik dapat menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan. Seorang siswa yang mengalami kejenuhan dalam belajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendorong untuk menggerakkan menggerakan siswa agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar .Di dalam kondisi yang serba terbatas saat ini, dibutuhkan pemahaman dan kreatifitas guru dalam mengemas pembelajaran onlinenya agar menarik perhataian dan motivasi siswa dalam mengikuti tahapan pembelajaran online. Pemilihan pendekatan dan model pendekatan yang tepat, serta dukungan berbagai pihak menentukan keberhasilan pembelajaran online. Evaluasi pada pembelajaran online penting untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan dengan melakukan evaluasi pada kembelajaran online maka dapat diketahui apakah pembelajaran dapat berjalan efektif atau tidak. Jika dirasa tidak efektif maka dapat melakukan modifikasi pada system pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa

 

 

 

 

 432 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed