LSI: Gara-gara Soal Air, Bambang Wisnu Bisa Rontok

  • Share

GUNUNG KIDUL, AMUNISI- Pernyataan salah satu cabup Gunung Kidul nomor urut 3, Bambang Wisnu soal air di Gunung Kidul sangat potensial bisa merontokkan elektabilitasnya pada kontestasi politik Pilkada, 9 Desember 2020 mendatang.

Apalagi, jika pernyataan tersebut diketahui secara massif oleh mayoritas publik di Gunung Kidul, Jogyakarta.

Demikian disampaikan peneliti Lingkaran Survei Indonesia(LSI) network Denny JA, Muhammad Khotib kepada pers, di Jogyakarta, Senin (2/11). “Saya kira itu jelas pernyataan blunder buat Pak Bambang Wisnu. Beliau kurang hati-hati dalam memilih kalimat. Apalagi, dalam kontek kultur Jawa yang menjunjung tinggi etika berbicara, pernyataan Pak Bambang itu bisa melukai hati warga Gunung Kidul,”

Seperti diketahui, saat Debat Publik para calon Bupati Gunung Kidul beberapa waktu lalu, Bambang Wisnu menyampaikan pernyataan bahwa air bukan masalah di Gunung Kidul. Bambang juga menegaskan, belum pernah ada berita tentang warga Gunung Kidul mati karena kekurangan air.

Menurut Khotib, pernyataan yang disampaikan calon bupati yang diusung PDIP itu potensial  menyinggung  perasaan warga, karena tidak mempertimbangkan kultur etis Jawa, khususnya di Gunung Kidul. “Harusnya, kalau beliau mengerti kultur Jawa, pernyataan seperti itu tak perlu muncul.  Selain hanya akan bikin gaduh jagat politik Gunung Kidul, tapi juga bisa mengundang antipati publik kepada beliau,” tegasnya.

Karena itu, lanjut dia, Bambang sebaiknya segera membuat pernyataan klarifikasi, sekaligus meminta maaf kepada seluruh rakyat Gunung Kidul. Sebab, jika tidak, posisi elektabilitasnya yang dalam survei LSI sudah mulai membaik, karena massifnya aneka ruang publik seperti spanduk, banner dan baliho, bisa rontok karena publik marah.

“Menurut saya, tak ada susahnya beliau untuk meminta maaf. Kalau memang pernyataannya itu dianggap keliru, menyinggung perasaan rakyat dan bikin sakit hati rakyat, apa salahnya meminta maaf. Beliau harus buktikan dirinya sebagai politisi senior yang tidak sombong, arogan dan tidak  menganggap rakyat bodoh,” tandasnya.

Penulis: Mustafa Kamal

 

 1,110 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *