by

LSM AMAK Soroti Kasus Meninggalnya Ibu Bersama Bayinya Saat Persalinan di RSBT Pangkalpinang

Pangkalpinang, Deteksionline.com-
Kasus meninggalnya Ibu Sumini bersama Bayinya saat melahitkan di Rumah Sakit Bakti Timah ( RSBT) pada Kamis (8/10/2020) menjadi viral dan banyak mendapat perhatian publik.

Pasalnya kasus meninggalnya Ibu bersama Bayinya itu diduga disebabkan ada dugaan kelalain dalam penanganan medis di RSBT Pangkalpinang.

Memang dalam hal ini pihak RSBT sudah menggelar konferensi pers dilantai dasar Gedung RSBT, sejumlah wartawan pun hadir dalam konferensi pers, Kamis ,(22/10/2020). Pukul 16.00.Wib.

Dalam siaran pers yang di terima Wartawan, bahwa pihak Rumah Sakit sudah bekerja maksimal sesuai SOP dan Protap yang berlaku dan ada yang menyangkut hal -hal yang tidak bisa kami jelaskan secara detail tentang pasien , karena ada kode etik yang kami harus patuhi, seperti yang dijelaskan Dr.Farhan dan Wakil Direktur RSBT Firman .

Namun, konferensi pers pihak RSBT itu menurut Hadi Susilo Ketua LSM Amak Babel hanya seremonial belaka, karena alasan yang disampaikan itu kurang masuk akal. Kami sebagai sosial control masyarakat berhak memantau hal-hal yang menyangkut urusan kemanusiaan dan kemasyarakatan, apalagi hal itu sudah menyangkut nyawa manusia atau ada dugaan kelalaian.

“Prihal kematian seorang ibu bersama bayinya yang masih dalam kandungan di ruangan persalinan RSBT, Hadi Susilo sangat prihatin sangat menyayangkan masih bisa terjadi di Rumah Sakit milik BUMN tersebut”, Kata Hadi Susilo.

Ternyata kejadian ini masih terulang lagi, Hadi menuturkan, tepatnya dibulan yang sama yaitu bulan Oktober 2017 seorang ibu muda (Rhy 18 th) melahirkan dalam mobil dan akhirnya sang bayi pun tidak sempat tertolong lalu meninggal dunia.

” Oktober 2017 ada Ibu muda melahirkan didalam mobil karena ditolak RSBT, dengan alasan ruangan bersalin penuh. Dan bayinya meninggal dunia disaat dirinya menuju Rumah Sakit Kristen Bhakti Wara (RSKBW) Pangkalpinang Bangka Belitung”, Ungkap Hadi kepada awak media disebuah Warung Kopi di Pangkalpinang.

Untuk itu sebagai sosial control, Hadi berharap agar adanya pembenahan yang serius bagi RSBT yang menjadi Rumah Sakit yang selalu di andalkan masyarakat Bangka Belitung dari dahulu.

“Kita berharap ada pihak yang mengaudit kinerja dan keuangan RSBT Pangkalpinang karena sangat aneh sekali alasan yang disampaikan pihak RSBT terkait meninggalnya Ibu bersama Bayi tersebut”, Tutur Hadi.

Sementara itu Drg. Mulyono Susanto ,MH.SM Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung mengatakan ,atas kejadian tersebut kami , baik dari Dinkes Provinsi , Kabupaten dan kota akan melakukan audit terhadap kejadian yang terjadi di RSBT.

” Audit yang kami lakukan nanti sesuai prosedur yang berlaku ,kami akan memeriksa dari awal hingga akhir mengapa pasien bisa meninggal dunia,apa yang menjadi penyebab nya” , ujar Kadis Provinsi Babel.(23/10).

Penulis ; Wantoni

 603 total views,  12 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed