by

2 Tahun Menyandang Status Tersangka Perkara Korupsi, Ali Imron Hanya Bisa Pasrah

Pangkalpinang, Deteksionline.com-
Digantung selama 2 Tahun menyandang status tersangka dugaan korupsi, Ali Imron Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah hanya bisa pasrah dan berharap ada kebaikan di akherat nanti.

Hal itu disampaikan oleh Ali Imrom kepada Deteksi Online melalui pesan WA pada Kamis malam (22/10). Dalam kepasrahannya, Ia mengatakan mudah-mudahan ada SP3, kalaupun tidak ada SP3, akan dijalaninya dan diakherat tidak salah.

” Kalau aku menunggu saja, ada SP3 alhamdulilah, tidak ada SP3 juga akan aku jalani….Mudah-mudahan aku diakherat tidak bersalah 🙏🙏🙏”, Ungkap Ali Imron.

Ali Imron berharap kepada awak media untuk menyampaikan berita secara benar, jangan sampai berita itu menjadi fitnah.

“Makanya, supaya masyarakat yang membaca jangan sampai mengambil keputusan yang tidak benar, kasihan jangan sampai menjadi fitnah”, Terangnya.

Seperti diketahui pada berita sebelumnya, perkara yang menyeret Aki Imron menjadi tersangka adalah perkara dugaan korupsi pembangunan Taman Sehati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2016, dengan nilai pagu dana 1,6 miliar rupiah.

Perkara tersebut disidik oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah pada Tahun 2018,
dan Ali Imron ditetapkan menjadi tersangka pada Selasa (4/12/2018).

Kasipidsus Kejaksaan Negeri Bangka Tengah Izhar SH MH saat itu pada Selasa (4/12/2018) menyampaikan, untuk sementara pihak penyidik terdiri dari 7 orang Jaksa menilai proyek itu tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup ( Permen LHK ) nomor 69 tahun 2016.

“Benar, kita telah menetapkan seorang tersangka dari ASN di Pemkab Bateng inisial AI,dan untuk sementara ini, baru satu orang dan sejauh ini belum ada tersangka lain,” Ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa dalam proyek yang menggunakan anggaran DAK itu,dalam perhitungan kerugian negara oleh penyudik bahwa pekerjaan itu diduga total lost ( TLO ) “Untuk saat ini perhitungan kerugian negaranya kuat dugaan total lost ( TLO ),” jelas Izhar

Izhar mengaku penetapan tersangka dan perhitungan kerugian negara itu, berdasarkan pemeriksaan terhadap 32 orang saksi dan termasuk 3 orang saksi ahli dari Kementrian LHK. “Kita mengambil sikap dengan melakukan perhitungan kerugian negara dari kita ( penyidik – red ),” ungkapnya.

Ditegaskan Izhar bahwa pihaknya masih terus melakukan pengembangan pemeriksaan guna mendapatkan tersangka baru dalam perkara ini “Kita masih melakukan pemeriksaan secara marathon,” Tegas Izhar kembali.

Namun, sekarang kasus dugaan korupsi DLH Kabupaten Bangka Tengah 2016 itu tidak terdengar lagi. Kepala Seksi Intelijen (Kastel) Kejaksaan Negeri Bangka Tengah Fauzan SH kelihatannya ‘ogah’ menjelaskan kelanjutan perkara dugaan korupsi DLH Bangka Tengah itu.

” Ke kasi pidsus … saja “, Jelas Fauzan singkat saat dikonfirmasi, Rabu (21/10).

Sementara itu Kasi pidsus Kejaksaan Negeri Bangka Tengah berkali-kali dikonfirmasi terkait perkara korupsi DLH Bangka Tengah itu tidak mau menanggapi konfirmasi yang dilayangkan awak media.

Hal yang sama juga dengan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung  Basuki Raharjo SH MH sampai berita ini tayang belum menanggapi konfirmasi dari awak media sejak, padahal konfirmasi dilayangkan sejak Rabu (21/10).

Penulis ; Tim

 348 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed