by

Agnesia Tambayong : Physical Distancing Ditransportas Umum Sangat Diperlukan

Jakarta, Deteksionline.com-
Vaksin virus masih menjadi penelitian diberbagai negara dan dalam tahap uji coba. Keberadaan vaksin yang masih tergolong benda langka menjadikan beberapa negara melakukan berbagai cara untuk meredam penyebaran virus agar tidak semakin meluas dan tidak terkontrol.

Salah satunya yang dilakukan oleh Indonesia adalah dengan pembatasan fisik atau yang sering disebut dengan physical distancing. Hal ini diharapkan setiap individu dapat menjaga jarak antara individu lain sejauh kurang lebih satu meter.

Meskipun masyarakat telah dihimbau untuk menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan tetapi pembatasan kontak fisik dianggap langkah yang aman dan dapat mengurangi angka penularan.

“Physical distancing atau pembatasan fisik antara individu semakin gencar dilakukan pada kendaraan umum. Hal ini dikarenakan pada kendaraan umum seperti Busway, Kereta Api, Pesawat, dll individu sangat rentan untuk melakukan kontak fisik dengan berdekatan,”, ucap Michelle Agnesia Tambayong selaku Penyuluh narkoba di GMDM (gerakan mencegah dan mengobati).

Lebih lanjut ditegaskan wanita berparas cantik ini, faktor pendukungnya adalah dikarenakan ruang didalam angkutan umum sangat minim dengan sirkulasi udara yang terbatas. Sehingga masyarakat harus bersinggungan satu sama lain dengan penumpang lain.

Physical distancing merupakan pembatasan jarak antara satu individu dengan individu lainnya baik pada ruang terbuka maupun tertutup (Maulana, 2020) sejalan dengan Merchant (2020) menjabarkan bahwa physical distancing atau pembatasan fisik pada pendemi ini merupakan perilaku yang menghasilkan pola kebiasaan dan menghentikan pola yang biasanya dipakai didalam kehidupan sehari-hari sebelum pendemi.

“Sehingga physical distancing merupakan pola baru yang harus diterapkan selama pendemi berlangsung,” Pungkas Agnesia Tambayong.

Selain itu, Agneisa sebutkan, penerapan physical distancing pada angkutan umum masih belum berjalan optimal dikarenakan masih banyak warga yang tidak percaya bahwa virus covid 19 merupakan virus yang nyata.

“Sebagian masyarakat yang menaiki angkutan umum masih minim kepekaan untuk menjaga diri dan orang disekitarnya. “terdapat 44,9 juta masyarakat yang merasa yakin tidak akan terjangkit covid-19” dan merasa abai untuk mematuhi protokol kesehatan”, Tuturnya.

Untuk menerapkan physical distancing pemerintah harus bekerjasama dengan pihak angkutan umum untuk melakukan pembatasan fisik dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah ; 1.Melakukan pengecekan pelaksanaan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, atau face shield, menyemprotkan cairan pembersih seperti Hand Sanitizer.

2.Memastikan penumpang menempati tempat yang sudah disediakan, artinya tidak duduk ditempat yang sudah diberikan tanda dilarang duduk.

3.Mengecek suhu tubuh penumpang, dan kondisi penumpang. Sehingga yang memiliki keluhan sakit seperti flu, demam, atau batuk tidak dibenarkan menaiki kendaraan umum

Selanjutnya, penerapan physical distancing juga dapat dilakukan dengan menambah armada angkutan, pemerintah kota dengan perusahaan penyedia armada saling bahu membahu untuk menambah armada sehingga penumpang tetap diberikan pelayanan dengan tingkat keselamatan yang baik.

“Hal ini sudah diterapkan dibeberapa daerah di Indonesia, dimana angkutan umum berupa bus transkotaraja sudah menerapkan physical distancing dengan mengadakan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dan mengurangi jumlah penumpang. Jumlah armada yang tidak sedikit menjadikan masyarakat tidak merasa tertekan dengan kebijakan tersebut,”ujarnya.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa masyarakat membutuhkan adaptasi dan solusi terbaik dalam menghadapi pola kehidupan new normal selama pendemi ini. Artinya untuk menerapkan physical distancing dibutuhkan pemberian pemahaman yang baik kepada masyarakat yang dibarengi dengan kebijakan terbaik.

Penulis ; Budi Setiawan

 288 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed