by

Status Pelabuhan PPN Sungailiat Masih Tetap Pelabuhan Pengumpan Lokal

Sungailiat, Deteksionline.com-
Bupati Bangka Mulkan SH MH didampingi Sekda Kabupaten Bangka, Kepala Bapeda, Kabag Ekonomi dan Kabid Tata ruang Kabupaten Bangka, hari ini Jumat (16/10) menjelaskan bahwa sampai saat ini status pelabuhan PPN Sungailiat masih tetap sebagai pelabuhan pengumpan lokal.

“Status pelabuhan PPN Sungailiat masih tetap sebagai pelabuhan pengumpan lokal, belum ada perubahan statusnya dari Kementerian Perhubungan, jadi bukan pengumpan regional”, Tegas Mulkan dirumah Dinasnya dihadapan awak media dan pimpinan media di Babel.

Pernyataan itu Mulkan paparkan untuk mengklarifikasi terhadap berita-berita yang berkembang ahir-ahir ini yang menyudutkan Kabupaten Bangka dalam hal perpanjangan perizinan pengerukan alur muara Sungai PPN Sungailiat kepada PT Pulomas Sentosa.

“Perpanjangan SIKK Bupati Bangka terkait PT Pulomas Sentosa saat itu sudah mendapat rekomendasi dari pihak Kejaksaan Negeri Bangka sewaktu Kejaksaan Negeri Bangka dijabat R.Jeffri
Huwae”, Jelas Mulkan.

Pelabuban PPN Sungailiat itu awalnya adalah daratan, Mulkan menerangkan, namun oleh PT Timah dikeruk menjadi Sungai untuk Kapal-kapal nelayan dan Kapal-kapal PT Timah bisa masuk.

” Dulunya itu daratan, namun oleh PT Timah dikeruk menjadi Sungai, agar Kapal-kapal PT Timah dan Kapal-kapal nelayan bisa berlabuh”, Terangnya.

Menyinggung masalah pengawasan terhadap kinerja PT Pulomas Sentosa, Mulkan menjelaskan, sampai saat ini pengawasan masih intensif dan tetap berjalan.

” Pemkab Bangka tetap melakukan pengawasan secara intensif terhadap kinerja PT Pulomas Sentosa dan sampai ini tetap pengawasan itu berjalan”, Kata Mulkan kembali.

Menyikapi banyaknya berita-berita miring terkait perpanjangan izin PT Pulomas Sentosa, Mulkan menyebutkan, semenjak ada aktivitas pengerukan oleh PT SMB yang izinnya dikeluarkan oleh Provinsi Bangka Belitung, mulailah bermunculan berita-berita miring yang menyudutkan Pemkab Bangka.

” Saya mengetahui yang melakukan demo itu siapa, apakah mereka nelayan? Kalau nelayan yang sebenarnya punya perahu, punya jaring atau pukat, bukan hanya rumahnya saja tinggal di Parit Pekir, kalau begitu jika saya tinggal di Parit Pekir saya bisa disebut nelayan? “, tanya Mulkan.

Kemudian, Mulkan berharap kepada media untuk tidak berpihak kepada salah satu perusahaan, meminta media untuk balance ( seimbang ) dalam memberikan berita kepada masyarakat.

“Kita sudah menyampaikan secara aturan, dan kita berada ditengah-tengah, baik itu di Pemerintah maupun di Media. Kalaupun ada Media yang ada di salah satu pihak, berarti bukanlah Media yang independen, padahal tentunya Media itu mesti independen agar tidak menimbulkan polemik ditengah-tengah masyarakat”, Harap Mulkan juga.

Penulis ; Herman

 360 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed