by

Erzaldi Ingin UMKM Babel Go Ekspor

Pangkalpinang,Deteksionline.com– Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mendorong para pelaku UMKM di Bangka Belitung untuk terus eksis dan mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru tengah masa pandemi covid-19.

” Para UMKM harus mampu menghadapi dan menjadikan tantangan dan hambatan yang ada sebagai peluang,”ujar Gubernur Erzaldi saat pembukaan  kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Dalam Rangka Akses Pasar Berbasis Ekspor” dengan tema ” UMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi Pada Masa Pandemi dan New Normal  Covid-19″.Acara yang berlangsung di Santika Hotel Bangka, (14/10).

Menurut Gubernur Erzaldi, begitu banyak potensi yang bisa dikembangkan di Babel untuk menjadi produk UMKM yang bisa dipasarkan bahkan hingga keluar negeri.

“Seperti halnya sekarang masuk lagi tawaran ekspor dari China.Mereka minta kerupuk mentah setidaknya 6 kontainer sebulan. Saya yakin kita bisa memanfaatkan peluang ini, karena memang produk kerupuk kita ingin punya taste tersendiri yang tidak bisa dimiliki daerah lain,” ujarnya.

Ia juga mendorong pentingnya para pelaku UMKM untuk semakin terlatih membuat produk yang sesuai dengan standar permintaan pasar, terlebih jika ingin tembus ke pasar ekspor.” Lagi-lagi kita harus bangkit dan berubah lebih baik, maka dari itu kita harus merubah mindst dari Super Man menjadi Super Tim supaya kita lebih kuat dan maju bersama.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop RI, Arif Rahman Hakim yang juga hadir langsung dalam kesempatan ini menyebut bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pelatihan untuk UMKM di sejumlah daerah wisata perioritas  di Indonesia yang masuk dalam identifikasi Kemenkop RI potensial menumbuhkan wirausaha baru.

Termasuk hal ini juga serentak dilaksanakan di Kota Pangkalpinang Bangka Belitung, Papua, Bogor, dan Samarinda 12 -16 Oktober 2020.

“Jadi kami terus melakukan identifikasi untuk daerah wisata perioritas baik di pulau jawa dan luar Jawa termasuk salah satunya juga Kota Pangkalpinang Bangka Belitung yang juga kami identifikasi karena banyak pelaku usaha kecil yang juga mempunyai potensi untuk ekspor,”ujarnya.

Sehingga karenanya dalam hal ini, Kemenkop juga memfasilitasi para pelaku usaha kecil atau UMKM yang ada di daerah yang kami identifikasi tersebut dengan pelatihan untuk tata kelola ekspor sekaligus juga pemasarannya.

“Kami juga ingin upaya semacam ini sekaligus dapat memberikan dorongan kepada generasi muda agar saatnya berubah mindst dan terdorong menjadi wirausaha atau UMKM, menjadi solusi di tengah angkatan kerja yang terus bertambah dan kebutuhan akan lapangan kerja yang juga semakin meningkat,” tambah Arif lagi.

Ia juga mengaku bahwa Kemekop RI saat ini juga sedang menata organisasi untuk deputi kewirausahaan dengan harapan ke depan akan lebih mampu memberikan perhatian lebih intensif lagi untuk pengembangan UMKM di Indonesia.

” Wirausaha kita masih sedikit baru 3.3 persen, makanya  di 2024 target kita harus tumbuh naik menjadi 3.9 persen atau 9.7 juta wirausaha. Guna mencapai ini artinya harus ada pertumbuhan minimal 500 pelaku usaha baru setiap tahun. Oleh karenanya melalui koordinasi dan sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku usaha dan perguruan tinggi sebagai salah satu basis sumber daya manusia kelas menengah yang produktif, harus terus di dorong orientasi mindstnya tidak sekedar mencari pekerjaan tetapi juga menjadi wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja baru,” dorong Arif lagi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena juga menyebut bahwa pihaknya siap mendukung dan terus mendorong pelaku UMKM di Babel semakin naik kelas dan mampu go ekspor.

” Begitu banyak potensi yang kita punya di Babel ini untuk dikembangkan menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual tinggi.Apalagi sekarang ini sejumlah tawaran untuk Babel bisa mengekspor produknya semakin terbuka baik dalam maupun luar negeri,” ujar Elfiyena.

Ia menyebut ada beberapa produk Babel yang juga telah mendapatkan respon bagus dari pasar ekspor tujuan berbagai negara, Jepang, China, Australia, Malaysia dan Eropa.Yakni antara lain mulai dari produk lidi nipah, metal jig ( pemberat untuk pancing terbuat dari timah) bahkan terbaru adalah permintaan kerupuk mentah asal Babel.

“Jadi kerupuk mentah ini sudah diminta sama China terutama, karena kan memang untuk kerupuk Babel ini kan punya ciri khas sendiri yang tidak bisa dimiliki daerah lain.Makanya kita akan terus dorong potensi ini sesuai dengan standar pasar ekspor,  karena kita memang ingin UMKM kita naik kelas dan mampu go ekspor,” harap Elfiyena lagi.

Penulis ; Liya

 270 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed