by

Hendri : BNSP Pastikan UN Tetap Ada Jangan Termakan Isu Penghapusan

Pangkalpinang, Deteksionline.com – Isu penghapusan Ujian Nasional memang masih saja menjadi perdebatan di kalangan banyak pihak. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan ( LPMP) Bangka Belitung, Hendri Gunawan menyebut bahwa isu ini muncul di tengah adanya semangat untuk terus memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia.

Hendri mengaku bahwa belum lama ini pihak Kementerian Pendidikan Nasional juga sudah melaksanakan webinar yang dihadiri kepala sekolah seluruh indonesia dan LPMP.

” Dalam webinar itu pihak Badan Standar Nasional Pendidikan ( BNSP) menjelaskan bahwa Ujian Nasional ( UN) tetap masih ada, karena UN ada perangkat undang-undangnya termasuk di dalam UU Sistem Pendidikan Nasional ( Sisdiknas) di sebutkan bahwa salah satu indikator penilaian bagi kelulusan bagi siswa adalah UN”, kata Hendri.

Lanjut Hendri, ini belum final kalau UN mau di tiadakan dan diganti dengan kebijakan Assesment Kompentensi Minimal ( AKM ) ini.

“Semua masih jadi perdebatan karena kan AKM ini sendiri pun dasar hukumnya pun baru di surat edaran menteri yang memang belum di paripurnakan menjadi undang-undang,” ujar Hendri.

Ia menyebut bahwa kalaupun tahun 2020 UN tidak dilaksanakan, maka semua bukan karena UNnya di ganti jadi AKM, tetapi lebih dikarenakan kita dihadapi dengan pandemi covid-19.

” Walaupun kemarin sebagian UN itu tidak dilaksanakan tetapi sekali lagi saya tegaskan itu alasannya bukan karena diganti alasannya tapi karena pandemi covid-19,” ujarnya Hendri.

Hendri meminta masyarakat untuk tidak hanya melihat pada isu penghapusannya tetapi juga harus melihat UN
sebagai indikator kelulusan.

” Jadi kita sebenarnya menurut saya kita bisa memandang bentuknya nanti seperti apa saja kan, tetap seperti yang telah kita laksanakan selama ini, AKM atau melalui penyelenggaraan lainnya.Kita tunggu saja, tetapi UN tetap akan ada dan mungkin hanya saja wajahnya yang berbeda,” jawabnya.

Kata Hendri, UN tetap akan menjadi sebagai salah satu indikator kelulusan siswa, hanya saja tidak menutup kemungkinan bahasanya atau teknisnya saja yang di sesuaikan dengan kondisi sekarang.

” Teknisnya saya yakin tidak jauh berbeda dengan yang sudah ada sebelum-sebelumnya, hanya ditingkatkan ke kualitasnya saja agar UN ke depan diharapkan lebih mampu mengimplementasikan dari masalah-masalah yang ada, supaya generasi kita semakin siap menghadapi persaingan. Sehingga wajib dilakukan perbaikan, terlebih bagaimana dunia pendidikan kita di adaptasi kebiasaan baru covid-19, yang tidak saja hanya pakai masker atau cuci tangan, tetapi tetap terus bangkit menyiapkan generasi berkualitas dan mampu di Indonesia,” dorong Hendri lagi.

Penulis ; Liya

 109 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed