by

DKI Terapkan PSBB, Polda Metro Jaya Bersama Stakeholder Gelar Operasi Yustisi Penggunaan Masker

Jakarta, deteksionline.com-Pemprov DKI kembali menerapkan perketatan pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB), mengacu pada Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020, Senin (14/9/2020).

Polda Metro Jaya bersama TNI, Satpol PP, Kejaksaan dan Pengadilan akan menggelar Operasi Yustisi penerapan protokol kesehatan penggunaan masker, mulai Senin 14 September 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan operasi yustisi ini dilaksanakan bersama stakeholder untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Penerapan PSBB sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020, dilakukan mulai hari ini tanggal 14 September 2020,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (14/9/2020).

Menurut Yusri, menyebut pihaknya akan tetap mengedepankan cara yang humanis dan persuasif dalam melaksanakan PSBB.

“Untuk pelaksanaan PSBB, kami tetap melakukannya dengan humanis dan persuasif,” paparnya.

Lanjut Yusri, operasi yustisi juga sesuai arahan Kapolri yang dilatarbelakangi Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan kedisiplinan protokol kesehatan dan Pergub DKI Jakarta tentang pendisiplinan protokol kesehatan.

“Kami dan instansi terkait akan melaksanakan Operasi Yustisi dalam rangka menertibkan kembali, agar masyarakat lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Secara teknis dilapangan untuk bisa menyatukan persepsi bersama Pemda mengacu kepada Pergub baru nomor 88 dalam hal penindakan disiplin kepada masyarakat.

“Kita harapkan masyarakat bisa disiplin dan patuh. Penyebaran covid khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya cukup tinggi, setiap hari itu rata-rata lebih dari 1000 yang terpapar atau positif. Sehingga dalam kurun waktu 2 minggu ini diambil suatu kebijakan,” ujarnya.

“Ada 11 sektor usaha esensial yang boleh tetap buka yang disampaikan pak Gubernur DKI Jakarta. Terus ada beberapa tempat yang diwajibkan tutup, ada juga tempat yang dikasih keleluasaan seperti restoran tapi cuma boleh take away dan tidak boleh untuk makan di tempat. Bahkan ada kegiatan esensial dapat beroperasi dengan pembatasan kapasitas seperti perkatoran,” tuturnya.

Gubernur sudah memetakan banyak tempat yang menjadi kluster. Karena kita ketahui bersama kluster penyebaran covid ini sudah semakin menyebar contoh kluster perkantoran, pasar, transportasi bahkan sudah mulai merebak ke kluster perumahan.

“Kemudian nantinya tim akan bergerak bersama-sama untuk melakukan penindakan yustisi secara persuasif dan humanis dengan langkah step by step, baik itu teguran. Kalau perlu dengan KUHP di Pasal 212, Pasal 216 dan Pasal 218,” tambahnya.

Setelah selesai rapat koordinasi hari ini, kita bisa mengetahui petunjuk lapangan seperti apa nantinya akan kita sampaikan termasuk berapa jumlah kekuatan nantinya. Karena kita bersama Pemda kedepankan akan melaksanakan regulasi Pergub.

Penulis ; Ulis
Editor ; Herman

 68 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed